Oke..
Sekarang,
bercerita sudah bisa lebih obyektif, bisa menerawang perasaan beberapa pihak
yang berhadapan langsung dengan hidupku, sangat berbeda dengan perasaanku kala
itu. Kalut!! atau kalau bahasa anak sekarang galau, tapi tak ada pilihan lain*.
*Keinginan,
cita-cita yang begitu menderu semenjak kecil, harus dihadapkan pada hati nurani
yang melongok pada bingkai kehidupan yang sebenarnya. Aku tahu aku harus
berbagi dan tak mungkin keegoisanku kubiarkan merenggut semuanya!! Kembali pada
pasal satu, ‘”lakukan saja yang terbaik”.
Deal!!!
Lakukan
saja yang terbaik....
Kuyakini,
Bapak Ibu akan mengusahakan apa yang bisa mereka usahakan untuk anak-anaknya.
Aku sangat tahu itu!! Tapi aku punya perhitungan lain. Jadi, tidak ada yang
meminta maupun memaksa, dalam pilihan ini! 100% atas kesadaran hati meskipun sebenarnya bukan pilihan hati (*harus jujur
kuakui). Keyakinanku hanyalah, kesadaran hati akan membuahkan keikhlasan
untuk melakukan, lalu keikhlasan?? Bukankan akan dilunaskan
sebuah kebahagiaan??ya aku sangat mengamini keyakinan itu, bahkan terus dan
terus berusaha memupuk keyakinan itu...keikhlasan akan membuahkan
kebahagiaan!!Meski kapan, entah kepastian darimanapun tak terketahui...karena
itu adalah rahasia di balik langit, rahasia Sang Pemilik Nafas!!
Ya,
semua berjalan tanpa kendala. Satu dua hari berjalan berganti tahun, tahun berganti masa. Semua berjalan dengan
baik, dan hanya bisa mengupayakan dan berhadap agar membuahkan pula sesuatu
yang lebih baik. Bertemu dengan sahabat-sahabat terbaik membuat semakin
berdamai dengan pilihan ini. Dialah Jauharin Pintam Tyastirin (*panggilannya Ririn,
kupanggil ia dengan “Cinta”), yang dengan dialeg ngapaknya selalu menghadirkan
tawa di kamar asrama nomor 21. Menjadi partner yang dahsyat dalam curhat dan
ngobrol tengah malah diatas genting lantai 2 itu untuk menikmati pelabuhan
tanjung mas di kejauhan malam, merenungi perjalan hidup dan menggambar pola masa
depan..Menjadi teman bisnis yang baik untuk membeli jilbab di pasar johar untuk
dijual kembali, paling tidak bisa untuk jajan bakso poltabes tiap akhir pekan
tanpa harus mengharapkan transferan!! Ialah juga Nining Setyaningsih (*kupanggil
Tiwul, karena ia asli wonogiri), sahabatku yang cantik sekali ini selalu
memberikan cerita-cerita cintanya dengan sang pangerah hati yang ia kenalnya
saat sama-sama menuju Semarang. Aku hanya bisa manggut manggut mendengar
kisah-kisahnya sama mas Memet, karena aku juga selalu dapat untungnya, ya
segepok coklat itu juga pasti mampir ke mulutku. (*Senangnya liburan kemarin sahabat-sahabat terbaikku ini berkunjung
kerumahku bersama keluarga dan anak-anak mereka. *Tiwul bener2 jadi sama mas
Memet, pertemuan itu jadi reunian cerita-cerita cinta mereka. Makasih mete dan
baksonya tiwul, makasih batiknya yang indah Cinta). Semua teman pada kisah ini sangat luar biasa,
karena kami hanya ber-40, kami tinggal bersama pula di asrama, banyak
kisah-kisah yang luar biasa. *Miss u all...
Cerita
cerita remaja dengan intriknya juga masih bersliweran disini. Dengan Munculnya
tokoh-tokoh yang pernah mewarnai dan menyemai bunga-bunga di hati. Kembali,
rahasia langit itu masih rapat, belum ada keyakinan hati untuk melabuhkan
perahu hati itu pada sang penyemai bunga. Masih abu-abu...masih penuh
ragu-ragu...meski ada satu nama itu, yang agak susah dimengerti, mengapa selalu
menjejali segenap perasaan sehingga menjadi ada rindu!??Rasa ini seperti pernah
kurasakan...kenapa kini muncul lagi?? Ah kenapa juga harus ada perasaan itu...*berarti
hati ini sedang sakit!!*
Diujung
tahun ketiga, semua terasa sudah lebih lekat dihati..Tak ada penolakan, ataupun
pergolakan selain hanya ingin menuntaskan perjalanan ini dengan nilai yang baik
dan “HARUS” bisa melanjutkan bangunan mimpi itu!! Alhamdulillah 3 tahun itu
usai dengan nilai memuaskan!
Ketika
perjalanan ini usai, hati justru tak menentu!! Aku tak ingin hanya berhenti
disini??
Di
pos satpam asrama itu terpampang nyata, menohok rasa hati menjadi semakin
ingin, bahkan sangat sangat ingin sekali...tertulis di sana Universitas Padjadjaran
DIV*** membuka mahasiswa baru bla bla bla...
*aku
ingin kuliah lagi* titik.
(Sekali lagi, jawaban Bapak dan Ibu BUKAN
masalah uang. Keyakinanku pada mereka, lebih pada mereka menginginkan aku untuk
menjadi manusia yang lebih tangguh). Jawaban mereka kala itu *Kalau mau
lanjut kuliah, carilah jalan, upayakan dengan kemampuanmu sendiri Nak”.
Seperti
tersambar halilintar, tersungkur pilu. Sepertinya semuanya sudah habis, sudah
selesai disini!!Dilengkapi pula dengan jawabannya kala itu “Aku sayang kamu,
tapi aku ingin kamu lebih dari ini???”
Apa
ini maksudnya Ya Rabb???*tersungkur lunglai.
*Merasa lengkap sudah
robohnya bangungan itu, cita-cita, cita cinta??* Tak bisa kubayangkan pun sekarang,
betapa susahnya aku merangkai kembali patahan-patahan semangat itu. Akupun
masih pilu mengenang masa-masa itu. Entah kekuatan dari mana akhirnya aku dapat
menegakkan kembali sandaran itu, kembali berjalan meskipun tertatih-tatih, dan
nyeri...
Tanggal
18 Oktober tahun 2003, beberapa hari setelah wisuda, dan aku “masih remuk”, dia,
teman lamaku, di tengah sawah di daerah Kuningan ia meneleponku, ia bercerita
tentang banyak hal. Sebenarnya saat itu aku benar-benar lupa dengan wajah teman
SMAku yang satu ini. Ia menelepon pada
saat yang tepat. *Tepat galau!. Ya,
akhirnya aku bercerita tentang “keterpurukanku”, dan ia hanya menjawab...”ceritakanlah
semua pada Sang Penjaga Alam yang Maha Besar dan maha Kuat, Dialah yang akan
mengirim kekuatan itu untukmu”. “kukenal kamu tidak seperti ini”. *Terima kasih kawan!* tapi, dia dapat nomerku dari mana??????*
Ya
benar, Sang maha Kaya Raya akan Dunia Seisinya, sangat nyata mengecas semangat
yang kemarin hilang..Meski sedikit demi sedikit, semua kembali berjalan seperti
biasa. Aku jua telah mulai bekerja, membantu sebuah klinik yang dibangun
bersama ummat waktu aku masih duduk di kelas VI SD. Kepuasan tak terhingga bisa
mengabdikan sebagian ilmu itu untuk mereka!!
Kembali
mencari beasiswa, baik dari koran maupun dari informasi teman-teman. Dosenku,
memberi tahu dan memintaku mendaftar di sebuah institusi di Purwokerto yang
sedang membutuhkan staf pengajar dan akan disekolahkan di Unpad (*bukankah ini mimpiku??). Kudiskusikan
dengan keluarga besar termasuk kakak sepupuku yang tinggal di Purwokerto.
Selain ikatan dinasnya 8 tahun, ada pertimbangan lain dari kakak sepupuku yang
kuyakini beliau jauh lebih paham, maka akhirnya kesempatan itu tidak kuambil.
Dan Cinta-lah, sahabatkku yang masuk kesana, yang sebelumnya sudah kuberi tahu
tentang plus minusnya yang akhirnya tawaran itu kutolak. It’s your way cinta (Im sorry to hear that, cinta bercerita ia keluar dengan tidak nyaman
dengan institusi tersebut, yang kuat ya cinta!!*alhamdulillah cinta dah dapet
pekerjaan yang jauh jauh lebih nyaman dan aman ya cin!!)
Ia,
teman lamaku pulang. Ia datang kerumah bersama sahabatku, namanya Adi. Ia
adalah temanku SMA yang juga sering main ke asrama karena ia kuliah di D1 STAN
di Semarang. Kembali kuceritakan tentang pencarianku atas kesempatan-kesempatan
emas “agar dapat segera kuliah lagi”. Ia, temanku yang kuliah di Bandung ini
dengan baik hatinya bersedia mengantarkanku ke Semarang untuk mencari
peruntungan itu. Beberapa kampus yang kemarin sudah memberikan penawaran
melalui dosenku kudatangi dan hasilnya nihil, tak ada kesepakatan. Semua
memberikan waktu ikatan dinas lebih dari 5 tahun. Kakak sepupuku mewanti wanti
ikatan dinas tidak boleh lebih dari 3 tahun dengan perhitungan 2n+1. Kalau
lebih dari itu, pasti ada hak yang tidak seimbang, kita sebagai mahasiswa
ikatan dinas akan diikat lebih dari hak yang kita dapat waktu sekolah. Sebenarnya kesempatan itu ada di depan mata,
hanya saja tidak ada kesepakatan!dan aku menurut! Mereka (Bapak, Ibu, Kakakku)
pasti punya pertimbangan yang lebih matang dibandingkan dengan emosi sesaatku!
Suatu
ketika, Ibu pulang dari Kantor membawa sesobek kertas yang Ibu dapat dari
temannya, namanya Bu Esti (*Matur nuwun
bu atas kertas emas itu). Tertulis disana sebuah sekolah tinggi ilmu
kesehatan sedang membuka DIV *** dan akan memberikan beasiswa penuh pada 5
pendaftar dengan nilai ujian masuk tertinggi dan akan diangkat sebagai staf
pengajar dengan ikatan dinas 3 tahun!! *semangat kembali berkobar*
Kuhubungi
teman-teman kuliahku, dan akhirnya kami bertemu di Semarang, belajar bersama
dan bertempur bersama. Pada hari H ujian itu, sekitar 60 orang dan diantaranya
adalah teman-temanku kuliah, mencoba peruntungan itu. Aku tak pikir panjang toh
doktrin Bapak masih menyala, “sekolah itu
ibu...bukan untuk dipilih, tapi lakukan saja yang terbaik, bukan sekolah yang
akan membawa kesuksesan untukmu, tapi dirimu sendiri”.*iya pak,
manggut-manggut*
Satu
minggu kemudian pengumuman itu disampaikan, entah rahasia yang ada dipendaran
langit, entah apa skenario yang tertulis di buku kehidupanku olehNya, entah apa
yang ada dalam ketentuanNya, nama ku ada di urutan pertama itu! Sayangnya tak
ada satupun nama teman-temanku disana.
Kembali
harus kuhilangkan sekolah yang pernah kuimpikan, ya ini menjadi babak kedua dari cerita kecilku kala
itu, bukan karena nilaiku, tapi ada kebijakan dari Bapak dan Ibu dengan
perhitungannya yang maha dahsyat akhirnya aku bersekolah di SMP Muhammadiyah
Tanjung. Seperti Babak kehidupan kedua juga ketika aku bersekolah di SMA N 1
Muntilan, disini satupun tak ada yang kukenal. Ya, ini menjadi perjuangan hidup
sesi 3!!
Kabar
gembira itu kusampaikan pada teman lamaku itu, kutelpon ia, kusampaikan terima
kasih atas semua suntikan semangatnya selama ini! Syukurku tak terhingga, di
terdalam hati sangat meyakini... semua rahasia langit, entah apa skenario yang
tertulis di buku kehidupanku olehNya, entah apa yang ada dalam ketentuanNya,
semua pasti yang terbaik untukku, untuk keluargaku...dan aku harus dapat
memberikan kebaikan itu yang orang lain...semoga!!!
Terimakasih
untuk STIKES Respati Yogyakarta atas
kesempatan emasnya yang telah diberikan kepadaku...
Notes:
*) Perlu belajar
memanajemen hati, legowo, ketika ada
suara yang tidak nyaman akan pilihan sekolah ini, but... bukankah sekolah itu
ibu...bukan untuk dipilih, tapi lakukan saja yang terbaik, bukan sekolah yang
akan membawa kesuksesan untukmu, tapi dirimu sendiri???!!
*) Perjalananku sampai
titik ini, kuyakini 100% betul-betul skenario indah dariNya, jadi kalo ada yang
menghardik dan mencemoohku, ya...keyakinan dari hati terdalamku, Sang Maha Tahu
itu akan turun tangan langsung untuk memberikan penjelasanNya menurut JalanNya
yang dikehendakiNya...(Harapku, doaku ya Rabb...)
*) Tugasku adalah
menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar