 |
Foto ini saya ambil di perempatan Demak Ijo
pas ada iklan :)
(maaf ya mas, nomer 3,
cuma keliatan separo hihihi) |
Assalamualaikum,
kangeeen sama blog ini… Udah lamaa sekali gak nulis. Dikala yang lain udah
beralih ke vlog, saya tetep balik kesini aja. Karena saya orangnya gitu, setia
(uhukk). Semoga tulisan ini bisa memberi manfaat, amiiin. Dan menulis adalah
hiburan dari segala kehectic-an tugas-tugas yang tak kunjung menepi…dan bingung
mau mana yang dikerjakan duluan, maka menulis adalah obat yang jitu.
Yak..gaess
he he..pingin nulis sedikit cerita tentang persiapan-persiapan umroh lahir dan
batin. Ada cukup banyak teman-teman yang
bertanya tentang perjalanan umroh kami sekeluarga Oktober 2018 lalu. Banyak yang bertanya tentang
bironya, tournya, tentang hotelnya.
Nah, makanya merasa perlu lah menulis ini, selain
untuk menjawab beberapa pertanyaan teman-teman yang belum terjawab dan juga sedikit
membagikan atau lebih tepatnya menceritakan motivasi diri dan keluarga yang
akhirnya Allah SWT mampukan kami sekeluarga sampai kesana. Allah SWT yang memampukan, notes.
Beberapa
waktu yang lamaaa..saya dan mas cogan (cowok terganteng serumah) sering
ngobrolin tentang ini…ketika rasa itu muncul, pingiiiin banget dan ngerasa
emang emang sudah saatnya, memang harus berangkat, sebagai bentuk “kesyukuran”.
Kenapa? Ya ngerasa Allah SWT udah ngasih banyak banget nikmat, sehat, dan
banyak karunia-karunia yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata…Tapi sering
kami pikirkan, rasakan, gimana ya caranya? Mampukah kami??
Nah
itu juga sering jadi bahan obrolan sama teman2, ah kami cuma PNS aka ASN yang
gajinya seluruh NKRI juga tahu berapa, bisa di googling juga. Belum punya juga
usaha sampingan, belum lagi banyak kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi,
belum lagi anak mau masuk sekolah dsb..dsb..Lalu pertanyaanya haduuuh kapan ya
saya bisa umroh?? Mungkin banyak juga temen-temen yang kayak kami, pingiiiin
banget tapi…tapii…dan tapi…
Dari
pengalaman kami, makanya pingin nulis ini siapa tahu ada yang bisa mengambil
manfaat. Menurut saya pribadi yaa…Keinginan untuk datang ke baitullah adalah
sebuah panggilan jiwa, ketika rasa itu ada sebenarnya itu sudah sinyal, alarm
yang perlu kita dengarkan. Yakin saja, pede saja bahwa Allah SWT telah
memanggil kita lewat getaran-getaran hati.. Ya, setidaknya kita tahu bahwa
umroh merupakah ibadah sunah muakad yang diwajibkan, ya sunah wajib gitu ya
sekali seumur hidup (maaf kalau salah saya mengambil istilah)… Lalu beberapa
orang memiliki anggapan bahwa hanya orang-orang yang “mampu” saja yang memiliki
“sunah” itu.. Sehingga perlunya saya sedikit cerita bahwa menjadi “mampu” versi
saya dan pengalaman saya, syukur-syukur bisa memberi manfaat..
Lalu,
Apakah kita termasuk golongan orang yang
mampu? Pernah membaca dari tulisan motivasi, bahwa yang “Allah SWT lah yang akan
memampukan orang-orang yang memang dengan benar-benar ingin berkunjung
kerumahNya, yang ingin Berdekatan dengan kekasih Allah SWT baginda Rasululloh.
Maka Allah-lah yang akan memampukan kita”. Definisi operasional variabel
“memampukan itu seperti apa?”. Atau tetiba dapat undian umroh, yaa itu juga
bisa. Atau dapet voucher? Itu juga bisa. Nah saya terlalu sering ngarep dapat
begituan. Mungin banyak temannya ya hihihi.
Tapi
kalau untuk yang kami rasakan dan lakukan adalah, meletakkan bahwa prioritas
utama adalah menabung untuk Umroh, Udah titik. (eh first priority tetap daftar porsi haji
dulu yaa..karena antriannya yang semakin masyaallah). Jadi kita coba kalau
memang gak penting, alias masih bisa dipake ya tidak ada hp baru, sepatu, tas (ndak
ikut NL dulu hihihi), ndak ada ngecat rumah, ndak ada bebelian kursi lemari
atau bebelian yang lain, maka disaat itu kita merasa sudah cukup apa yang kita
miliki. Belum punya kasur 2? biarin.
Ruang tamu masih sempit? Biarin. Lemari baju mbak na kekecilan?biarin. Cukuplah
setahun menyetop agenda-agenda belanja ndak penting.
Definisi
Allah memampukan menurut kesimpulan kami adalah, bagaimana kita merasa cukup
dengan apa yang sudah ada, lalu fokus untuk nabung umroh. Sekali lagi pasang
baju sendiri yaa, jangan ngukur baju orang lain, kami pasangan PNS mau
ngumpulin untuk umroh bertiga itu butuh effort yang luar biasa. Segitunya ya
PNS?? iyaaa…apalagi yang merangkak dari staf biasa seperti kami berdua, memulai
bersama bergandeng tangan membeli rumah, beli kendaraan yang jaman baheula
belum ada remunerasi, sertifikasi, judulnya udah biasa prihatin. begitulah PNS.
So, yang mau jadi PNS pikir2 2,3,4,5 kali deh he he. Apalagi nanti kalau nikah
dilamar sesama PNS, udah bener2 siap prihatin. Merangkak memulai semua dari 0.
Siapkah prihatin?.#wela back to topic, motivasi umroh kok jadi motivasi memilih
pasangan hidup. Whahaahhhh.
Insyaallah
asal semua kompak, insyaallah bisa terkumpul sesuai dengan target dan planning.
Dan ini butuh waktu ya…pokoknya sabar sabar dan sabaar…Pas kayak gitu godaannya
juga banyak, eh ndilalah banyak diskon gorden-gorden cantik, ehhh ada apalah
apalah…pokoknya tabahkan hati he he.
Nah
tinggal selanjutnya adalah memilih memilah biro perjalanan yang sesuai dengan
visi misi keluarga dan tentunya budget. Kembali lagi, kuncinya sadar diri,
ngukur kemampuan sendiri dan tahu diri
dan ndak usah gampang baper…wakakakka… Kenapa?? Ya sodara-sodara biro perjalanan
itu banyaaakkk…mereka menawarkan harga beragam…kalau ndak salah ada sekitar 4-5
biro yang berijin resmi Kemenag di Yogyakarta yang saya hubungi untuk liat-liat
programnya…itu sudah kami lakukan T-1 alias 1 tahun sebelumnya.
Yang
pertama, jelas pilih yang resmi berijin Kemenag, karena apa??ya jelas safety
first lah. Syukur-syukur kalau sudah ada keluarga yang pernah pake biro itu
yang bisa cerita owh memang mereka handling dengan baik, that’s better.
Yang kedua,
sesuaikan dengan budget kita. Nah ini kita musti kuat jiwa raga telinga mata
dan lain-lain…karenaaaa akan banyak hal-hal yang menguji kadar ke fight an kita, yang kalau kitanya baper kita jadinya nanti
nilai ibadahnya hanya gegara gengsi kan jadi gak sip ye kan…harus nunggu dulu
punya 28 juta atau 30 juta hanya karena kemakan omongan orang. Rentang harga
2-3 juta akan kerasa banget kalau yang berangkat sekeluarga, bertiga atau lebih.
Mungkin temen-temen pernah atau bahkan sering ngeliat iklan kayak gini di wall
FB atau IG ..
“Mau
ke Baitullah, kerumah Allah kok pake yang murah-murah”
“Berikan
yang terbaik untuk Allah STW, karena Allah SWT akan menggantinya lebih banyak
lagi”
Woles
aja tsayyy. Kita ngumpulin uang seberapa kemampuan kita, itu udah luar biasa.
Allah SWT maha tahu kan…Yang iklan kek gitu malah yang gak baik ye kan..bikin
panas hati orang yang niatnya ibadah tapi uangnya pas-pasan he he he..tapi
sekali lagi kuatkan hati, teguhkan niat he he..
Kembali
soal pilih biro, kalau uang kita masih dibawah 25 juta ya gak usahlah datengin
biro yang nawarin harga lebih dari itu. Pediiih…Kita Bandingin aja biro yang
jual produk dengan harga setara, kita lihat plus and minusnya. Yang musti kita
pastiin adalah Jadwal keberangkatan, hotel, pesawat, ustadz pendampingnya. Ya
ini yang harus kita sesuaikan dengan visi misi keluarga. Di Jogja ada beberapa
tour yang pada bulan Oktober kemarin menawarkan harga seimbang sekitar 21,5
juta-23,5 juta full lengkap dengan handling bagasi dengan paket kamar ber-4.
Kalau mau upgrade sekamar ber-tiga seperti kami biasanya harus menambah @1 juta.
Harga ini biasanya naik sekitar 2-3 juta pada saat liburan sekolah sekitar
bulan Desember.
Tournya apa aja yang menyediakan harga segitu di Jogja, ada
beberapa yang saya udah coba Tanya-tanya ada Permata Umat, Nabawi Mulia Tour
dan Zhafirah. Beberapa orang yang udah pake biro tersebut katanya oke punya. Kalau
dari Jakarta dengan biaya segitu sudah mendapat fasilitas lebih oke, tapi
karena kita start dari Jogja memang harga segitu sudah yang paling ekonomis.
Soal
pesawat, dengan budget dibawah 25 juta dari Jogja jangan berharap kita akan
naik Garuda atau sejenisnya. Kita akan bersiap dengan pesawat Singa atau pesawat
ijo adiknya GA atau kalau bironya dapet promo ya bejo dapat maskapainya punya
raja Arab. Niatnya kan mau ibadah ya, jadi harus kuat hati untuk menjawab beberapa jenis pertanyaan berikut:
Pesawatnya
apa??Hah, sampe Arab naik itu..apa gak capek??
Pesawatnya
apa?? Ndak takut naik itu??
Pesawatnya
apa?? Oh ada to pesawat itu sampe sana??
Sekali
lagi keep calm saja, teguhkan niat....gak usah dijawab, disenyumin aja…Untuk pesawat
ya, tips dari saya number one adalah memang harus pilih safety first dan yang nyaman
di hati. Biasanya biro punya beberapa pilihan paket umroh sudah langsung keliatan
paket pesawatya. Misalnya nih kalau dari Jogja biasanya ditawarkan Solo-Madinah
by maskapai Lion. Atau by citilink Jogja-Jakarta-Jedah, atau by silk dan
jogja-singapur biasanya pakai Air asia.
Jujur sebenarnya awalnya kami prefer
yang transit KL atau singapur, lalu kita extend disana semalam begitu..tapi
karena ini pengalaman pertama kali buat kami dengan long family trip, maka
rencana itu kami skip dulu. Ya, kami pilih yang connecting dari Jogja pulang
Jogja lagi. Dari beberapa pilihan penerbangan itu bisa ditimbang-timbang yang
nyaman buat kita sekeluarga. Kalau kami, sekali lagi pertimbangan kami, kalau
mau landing madinah prefer pesawat yang besar dan oke, semacam GA, atau Saudi.
Jadi pilihan Solo Madinah by selain itu kami eksklude. Gak masuk pilihan.
Kenapa??Dari beberapa penelusuran pengalaman, rute madinah ada daerah dimana
gitu goyangannya terasa banget, jadi kalau pesawat besar it doesn’t matter,
tapi kalau pesawat kecil, menurut kami bakal kurang nyaman. Sekali lagi ini pertimbangan kami sekeluarga
saja sih, dan kami juga belum pernah membuktikan, jadi masih hanya dengerin
info sana sini aja...Tapi, kalau landing Jedah juga butuh 5 jam perjalanan
darat menuju madinah, itupun kami juga pertimbangkan. Tapi dari beberapa
pengalaman para senior, perjalanan jedah madinah itu sangaaat nyaman, jalan
besar, gak macet, dan banyak unta di sepanjang jalan, dan ini selain beribadah
juga family trip kami, yang jelas mbak queena bakal suka. So, kemarin kita
putuskan pilih yang landing jedah.
Untuk
pesawat kelas ekonomi ini, sekali lagi…kita musti pilih yang paling bikin hati
kita nyaman. Kalau kita gak nyaman bakal bikin trip gak asyik kan. Kalau soal
makanan, capek, hiburannya apa…menurut saya sih gak beda-beda banget. Sebagai
contoh, saya pernah naik pesawat 14 jam direct flight dengan maskapai keren, kelas
Ekonomi. Man teman, di kelas ekonomi mau pake maskapai apa aja, sama
ajaah..kecuali di upgrade ke bisnis laah beda cerita. Don’t worry be happy
everybody, namanya naik Ekonomi ya kakinya tetep mentok didepannya gak bisa
selonjoran kayak di bisnis.
Soal makanan?? Perjalanan malam biasanya lebih enak
buat tidur, mau dikasih maem kayak apa saja kalau saya mending buat tidur. Soal
hiburan, tipi didepan kursi, ya sekali lagi kalau saya enak buat tidur sih
kalau perjalanan panjang, kalau capek tidur, ya nyender sama cogan disebelah
kan..ngobrol manjaah gitu…Masyaallah enaknya…
Untuk
pesawat, tips kami yang penting nyaman di hati itu aja dan kita sesuaikan
dengan family trip kita. Jadi kemarin pilihan kami adalah connecting flight
Jogja-Jakarta-Jedah, dan sebaliknya untuk pulang, by citilink. Alhamdulillah nyaman,
softlanding, makan 2x, bisa bikin mie, sekoteng, dll (bawaan dari rumah
xixixi), crew caring banget, cantik, ganteng he he). Meskipun the next kami
pingin mencoba pesawat besar dengan meeting point KL atau singapura, ini sudah
mulai kita searching-searching dari sekarang, meskipun entah kapan nanti Allah
SWT izinkan kami kesana lagi, tapi rindu baitullah itu ternyata berat, huhuhuh
Soal
hotel. Biasanya pada ditanya gini, hotelnya jaraknya berapa? Di madinah di gate
berapa? Deket gate 25 nggak? Di Mekkah di bawah Zam-zam tower atau bukan?? Pertanyaan-pertanyaan
semacam itu kita anggap angin lalu dan butiran debu ajah. Yang mesti kita
ingat, kita kesana buat ke MASJID. Bukan ke HOTEL. Dan bahkan setiap langkah ke
masjid juga bernilai ibadah kan. Biar kuat hati, niat kita beribadah. Ini
nampaknya jawaban ngeles…ya iyalah..sekali lagi pasang baju sendiri, ukur
kemampuan sendiri…
Kalau
di Madinah di masjid Nabawi kenapa Gate 25 jadi primadona karena Taman
Syurganya Allah/Rawdah dengan pintu masuk di
gate 25 untuk akhwat dan gate 24 untuk ikhwan. Jadi disana itu padeeeet
sekali, yang ke masjid nabawi siapa yang tidak suka berlama-lama di Rawda,
pasti semua pingin. Tapi, itu juga dibukanya jam-jam tertentu. Dannn..jarak
dari gate 1 ke gate yang lain itu gak jauh, jadi missal kita di gate 15 pun itu
masih sangat terjangkau. Jadi kalaupun dari hotel kalian itu nembusnya di gate
15 an itu malah nyaman banget buat sholat
waktu, gak rame banget. Kecuali di gate 5 atau 6 lha kalau itu perlu lah
dipertimbangkan, karena mau ke rawda lumayan gemrobyos itu.
Dan
fyi, hotel di madinah itu semua deket sama hotel nabawi. Serius..paling jauh
Cuma 100 meteran, keluar hotel udah keliatan plataran masjidnya kok. Cuma beda
di pintu/gate masuknya aja. Dan hotelnya, dengan standar bintang 3 saja udah
bersiiiih, baguuus banget, kamarnya queena malah full bath up full servis
makanan yang berlimpah ruah. Jadi kalau menurut saya di Madinah mau fasilitas
bintang 3 juga udah okeee banget.
Sedikit
perbedaan ketika kita sampai Arab, ya..hotel bintang 3 biasanya berlokasi
sedikit lebih jauh, bisa 2 kali lipat dari Madinah, ya sekitar 300-400 meter
dari plataran masjidil haram, dan teksturnya memang naik-naik. Ya tekstur tanah
Arab memang bebatuan begitu. Kalau budgetnya dibawah 25 juta, lewat hotel di zam-zam
tower ya dadah dadah aja, atau kalau kepo ya sesekali masuklah, beli roti seven
di Bin Dawood, biar gak penasaran lagi isi zam zam tower itu kayak apa he he.
Kalau ada yang komen, jauuh ndak hotelnya, di zam zam tower? Percayalah itu
bukan pertanyaan, tapi sebuah kejulidan semata, so ndak usah dijawab. Tapi
orang-orang yang baik gak bakal nanya kayak gitu kok.
Sangat
perlu memastikan hotel juga, karena dengan low cost takutnya hotelnya too far. Kalau
terlalu jauh ya musti kita pertimbangkan. Jadi menurut pengalaman kami, kalau
di madinah berjarak 100-200 meter dan di masjidil haram berjarak 400 meter itu
masih logis, kalau lebih dari itu ndak deh..karena gak mampu lagi dijangkau
dengan jalan kaki. Kami kemarin merasa jalan kaki kami gak terlalu jauh,
meskipun kita arrange sebelum wkatu sholat udah harus jalan dari hotel,
santaiii, asyik lah jalan-jalan ramai-ramai bertiga, sambil ngobrol,
lirik-lirik jualan es krim dan juga sambil menikmati pemandangan sepanjang
perjalanan yang masyaaallah indahnya. Kalau ibadah haji memang nanti katanya
lebih jauh tapi biasanya ada bis untuk mengangkut jamaah.
Jadi
kalau soal hotel, tips kami pastikan di madinah ya gatenya sekitar 16-25 itu
masih terjangkau. Kalau di Mekkah, asal tidak lebih dari 500 meter masih sangat
terjangkau.
Nah
meskipun umrah dengan budget minimalis, tetapi ada banyak juga biro yang tetap
memberi ustadz pendamping yang memang paham dan berpengalaman... Ya, kita mesti
Tanya juga siapa nanti ustadz pembimbingnya, yang kalau bisa sesuai dengan visi
misi keluarga kita, syukur-syukur kalau kita kenal, setidaknya bisa di googling
dulu lah beliau itu seperti apa. Karena apa?? Pengalaman kami yang minim ilmu
ini, momen umroh sekalian sebagai perjalanan menuntut ilmu, diskusi khususnya
permasalahan tentang sunah-sunah umroh dan ibadah-ibadah yang lain.
Misalnya
bagaimana adab ketika di rawda?apakah harus mencium hajar Aswad, bagaimana hukumnya?
Kalau haid bagaimana? Bolehkah mengambil umroh 2x selama 1 kali safar?
Nah,
Alhamdulillah kami mendapat ustadz pembimbingnya adalah Ustadz Ulin Nuha,
beliau hafidz yang juga lulusan Madinah yang sudah berkali-kali mendampingi
jamaah. Jadi Alhamdulillah ilmu beliau luar biasa, banyak hal-hal yang bisa
kami diskusikan dengan beliau. Sedikit berbagi apa yang beliau sampaikan kepada
kami ya…semoga bermanfaat..
Ketika
di Rawda, dalam beribadah janganlah sampai melakukan Dzalim kepada sesama
muslim. Bersabar dan bersabar. Berdoa menghadap kiblat, meskipun di sebelah
adalah makamnya Baginda Rasululloh, berdoa tetaplah menghadap kiblat.
Sama
halnya dengan mencium hajar aswad, prinsipnya beribadah jangan sampai berbuat
Dzalim, ketika bisa tanpa Dzalim Alhamdulillah, tetapi apabila berisiko
melakukan kedzoliman kepada sesama muslim sebaiknya tidak. Bisa melaksanakan
ibadah sunah yang lain.
Bagaimana
seandainya tetiba disana mendapat haid?? (jujur itu yang menjadi salah satu
beban yang kami pikirkan, hanya bisa berdoa pada Allah SWT yang maha mengatur
jadwal haid he he pasrah), dan juga pertanyaan kami tentang melaksanakan lebih
dari 1 kali umroh dalam 1 perjalanan.
Beliau
menjelaskan dengan sangat detil. Beliau menceritakan kisahnya Aisyah RA yang
berumrah namun beliau saat itu tepat berhalangan, maka Aisyah RA tertinggal
dari yang lain dan baru melaksanakan rangkaian umrah ketika telah selesai dari
haid. Waktu itu Rasululloh SAW meminta sesorang dari rombongan yang telah
berumroh ini untuk menemani Aisyah RA untuk berumroh dimulai dari mengambil
miqat/niat dan menemani hingga akhir, tetapi sahabat ini tidak ikut mengambil
miqat dan hanya menemani Aisyah RA. Bagaimana jika sampai akhir haid tidak
berhenti, maka hukumnya adalah darurat, tidak mengapa sebelum pulang
menyelesaikan perjalanan Umrahnya.
Rosululloh
SAW selalu melaksanakan umrah 1 kali setiap perjalanan beliau, begitu kata
ustadz kami. Lebih utama 1 kali berumrah dalam 1 kali safar seperti yang
dicontohkan Rosululloh SAW. Lebih utama
melaksanakan thawaf sunnah. Ini sedikit penjelasan penjelasan beliau. Beliau
juga menjelaskan tentang jejak-jejak ibadah haji, yang insyaallah sangat
bermanfaat ketika Allah SWT izinkan kami untuk menunaikannya suatu saat nanti,
amiin. (Jika synopsis penjelasan ustadz kami tidak sepenuhnya tepat, itu
sungguh karena keterbatasan saya menangkap cerita beliau…).
Menurut
saya, betapa pentingnya ustadz pendamping betul-betul memahami ilmunya agar
kita lebih nyaman. Disana juga ada muthawif yang juga akan melengkapi ilmu-ilmu
kami yang masih sangat dangkal.
Jadi
kemarin kami menggunakan Tour Permata Umat, yang kebetulan bekerja sama dengan
PDM Magelang dan kebetulan Kakung dan Uti mbak na sudah pernah menggunakan biro
tersebut. Daaan…Alhamdulillah mbak queena mendapat rejeki anak sholikhah,
ceritanya uti mendapat voucher diskon 50% dari permata umat saat silaturahim
akbar alumni umrah permata umat. Dan diberikan kepada mbak queena (matur nuwun
sanget uti).. percaya kan, Allah SWT yang akan memampukan keberangkatan kita???
Yang
perlu kita siapkan lagi adalah biaya pengurusan paspor (sekitar 350 ribu per
orang), imunisasi vaksin meningitis (sekitar 300an ribu per orang), dan belanja
keperluan misalnya gamis, jilbab dan persiapan lain serta uang saku selama
disana.
Pada
prinsipnya, umroh dengan budget minimalis, dari persiapan, pelaksanaan harus
semua memahami dan saling bahu membahu. Kompak mengencangkan ikat pinggang,
semua serumah. Dan ada 1 bendahara eh bundahara yang harus super kejam menjaga
pintu-pintu ATM whahahah. Sekali lagi, perjalanan dengan budget minimalis harus
kompak.
Selain
persiapan keuangan, persiapan mental dan midset harus juga dibentuk dari awal.
Jangan ngarep dengan bayar dibawah 25juta kita mindset kita ala ala first
class. Alhamdulillah, kebetulan keluarga kami sudah terbiasa backpackeran
kemana-kemana, kami setting dari mbak na kecil dia pergi-pergi sudah handling
tas sendiri, jadi dia anak mandiri untuk urusan packing2 dan anaknya ndak
manja, ndak pernah nuntut harus ini harus itu. Bahkan karena ini perjalanan kelompok
besar, harus bagaimana antri, apalagi sama simbah-simbah sepuh, mbak na sangat
enjoy, gak canggung mbawain tasnya simbah-simbah pas mau naik escalator.
Mindset it the most!
The
next chapter, akan saya ceritakan serunya Umrah dan family trip kami… Sebagai
gambaran yang akan mengajak umrah para kiddosnya apalagi yang anaknya super
kepo seperti mbak queena, yang rasanya ndak cukup waktu 10 hari PP untuk
eksplore madinah al munawarah dan makkah al mukaromah. Semoga ada kesempatan
lagi kita untuk kesana ya temans…amiiin amiin ya Robbal alamiin… Kedepan,
Bismillah, semoga Allah mudahkan, kami masih punya mimpi, ingin mencoba umrah
dengan meng-arrange semua sendiri, karena kami memang seneng family trip dengan
hemat dan mandiri. (ha ha ha bilang aja duitnya mepet). Kalau mimpi ini come true, insyaallah besok juga ada tips and trik umroh mandiri he he...
Kerinduan itu mahal, dan kadang saking rindunya, jadi kurang pinter pilih-pilih...ada yang membayar mahal padahal fasilitasnya sama, atau justru dapet murah banget tapi abal2 dan na'udzubillah malah akhirnya ditipu..aduh jangan sampai ya...
Yang
sudah pingin tapi uang belum bisa
ngumpul-ngumpul dan merasaa masih ada aja kebutuhan-kebutuhan yang musti
dipenuhi, monggo bisa dicoba tips kami. Semoga Allah SWT mudahkan semuanya Semoga
tulisan ini bermanfaat..
 |
Next chapter: Tips and trip Umroh sama kiddos (insyaallah)..
tunggu ya.. |
*apakah tulisan ini mengandung unsur promo biro perjalanan umroh, BIG NO. Monggo silahkan memilih dan memilah ya. Saya bukan agen biro perjalanan dan insyaallah saya lebih seneng bagi info-info kayak gini aja :)
Wassalamualaikum…