![]() |
| beloved friends, left to right: Me (Indonesia), Lisa (Nepal), Yulia (Indonesia) Jamal (Yaman), Sammy (Kenya) |
Hari ini, setahun yang
lalu..12 Maret 2016, merupakan salah satu
hari yang tidak akan pernah saya lupa sepanjang hidup. Salah satu mimpi kecil
saya, tertapaki… Hari ini, setahun yang lalu..nama saya tertera dalam tiket
penerbangan Internasional dengan rute JOG (Yogyakarta) – AMS (Amsterdam).
Bismillahi tawwakaltu ‘alallah.
Meskipun Tidak mudah menuliskan kembali cerita
itu. Jujur!! Bukankah bahagia? Satu mimpi besar itu datang...sesuai dengan doa
yang dipintakan? Ya... Tapi ada juga satu lagi
pelajaran hidup untuk saya. Dalam kebahagiaan ada juga “ujian”. Dalam “ujian” pasti diselipkan kebahagiaan. Ya..bagaimana kita harus pandai-pandai mengatur hati
untuk selalu bersyukur dengan semua
ketetapanNya.
Tepatnya beberapa setelah e-mail
pemberitahuan bahwa akhirnya saya mendapat beasiswa itu, dapat juga kabar bahwa
suami harus menjalani diklatpim III selama 3 bulan. Dengan waktu yang hampir
bersamaan, tepatnya beririsan. Apa yang langsung terpikir saat itu? Ya
bagaimana mbak Na?? Ayah bundanya harus pergi dengan waktu bersamaan?? Jujur
itu cukup berat khususnya untuk saya. Alhamdulillah mbak Na tidak
mempersalahkan hal itu dan bahkan ia sudah memikirkan solusi yang benar-benar
bisa membuat bundanya lega..bahkan lega sekali. “Mbak Na bobok di tempat uti
aja”. Statemen-nya diamini oleh uti dan kakungnya. Well, masalah selesai.
Tapi kiranya Allah SWT inginkan kami
lebih tangguh lagi. 2 hari sepulang mengurus Visa Schengen, tepatnya hari Jumat
19 Februari 2016, uti kecelakaan. Fraktur di kaki kanan uti, total berjumlah 5
titik. Uti harus operasi, bedrest, dan tentunya
butuh perawatan. Menitipkan mbak Na dengan uti yang kondisinya seperti itu,
hanya berharap pada Allah Taala agar mbak Na bisa mandiri, ceria dan bahkan
saya menitipkan pada mbak Na untuk merawat uti. Dunia terbalik. Kemarin saya
yang menitipkan mbak Na ke uti, gantian saya yang bilang ke mbak Na “pasrah uti
ya nak”. (Bunda tahu kamu anak hebat,
anak yang selalu bisa membuat ayah dan bunda bangga padamu).
Tibalah saatnya berangkat, dengan
segala kegundahan hati. Kalau bukan Bapak yang berkali kali mengingatkan ini
jihad...jihad!! jihad itu tidak mudah. Menuntut ilmu itu wajib hukumnya,
lakukan sebaik-baiknya. Apapun yang akan terjadi dirumah selama kamu pergi,
apapun itu kamu harus ikhlas. Apapun kesulitan yang akan kamu temui disana, itu
nilainya pahala. Bismillah, berangkatlah dengan hati yang ihklas. Pasrahkan
semua pada Allah SWT. Begitu kira-kira pesan Bapak yang begitu menguatkan saya.
12 Maret 2016. Dalam ujung titik
kepasrahan dan kegundahan, ternyata doa adalah kekuatan yang tak terhingga.
Setidaknya itu pengalaman saya. Betapa tidak, dalam hidup saya, ini adalah
perjalanan terlama saya, dalam tiket tertera penerbangan 17 jam. Jujur saya
tidak tahu harus bagaimana, harus ngapain. Takut, grogi,campur campur. Well
ndremimil..apa yang saya ndremimilkan?? Hanya berseru dalam hati, hanya
memanggil Allah taala disaat merasa deg-degan dan hanya berbisik, tolong
saya..bantu saya ya Rabb...cek imigrasi done, bahkan ini cek imigrasi
tercepat dan tersantai dari pengalaman-pengalaman sebelumnya yang pasti selalu
antri...masuklah gate
Soetta menuju Amsterdam. Mulailah clingak clinguk. Kenapa ini bule semua??
Pasang mata, mana orang Indonesia??
Di detik detik akhir menuju
keberangkatan, tiba-tiba ujug-ujug ada mbak-mbak pake jilbab berkaos lorek2
duduk disamping saya, Nyess..padahal kenalan juga belum tapi setidaknya bisa
membuat saya “nyaman”. Panggilan masuk pesawat. Yup..antri...masuklah ke Garuda
Indonesia yang siap membawa saya dalam perjalanan jauh ini. Amsterdam!! Pas
masuk, ya..agak kaget sih..baru kali ini naik pesawat dengan model 3 seat,
untungnya mbak pramugarinya baik hati untuk mengarahkan saya harus mengambil
jalur yang lebih dekat. Done..ketemu seatnya. Sesuai request saya milih yang
pinggir luar. Yup..karena kaki saya panjang, sesuai nasehat adik saya yang
bernasib kaki panjang jugak dan lebih senior dalam penerbangan internasional. Beberapa menit setelah duduk manis, dan
kursi-kursi lain mulai diisi bule bule, deratan kursi saya masih kosong aja.
Deg-degan...menunggu siapakah teman duduk saya dari ratusan penumpang tadi.
Tiba-tiba jreeenggg...mbak berkaos loreng tadi menghampiri barisan tempat duduk
saya, dan ia permisi untuk masuk. Whaatt??dia??#Plooong. Pesawat udah mau
berangkat aja, berarti kami Cuma berduaa??? Coba apa itu namanya??berkah??rejeki??keajaiban??
Yup..namanya DITY. Dia mahasiswa S2 di Delft
Belanda, orangnya cantik, pinter plusss baiiiiik. Tentunya dia yang selama
perjalanan berangkat menjadi guide saya, dari mulai ternyata transit di
singapura, saya harus ngapain, DITY lah satu dari “malaikat” yang Allah SWT
kirimkan untuk saya dalam perjalanan 17 jam menuju benua biru. Bahkan tak
sampai disitu DITY memastikan saya bertemu dengan “malaikat” lain yang sudah
siap menunggu saja di Amsterdam Schipol. Bersyukur. Terima kasih DITY untuk
semuanya.
![]() |
| Me and Dity |
Pahlawan lainnya namanya RISKA. Dia adalah Master Student
di KIT. Kita kenalan via email dan dengan besar hati ia mau menjemput saya dan
mengantarkan saya menuju hotel. Bawa koper segambreng, dialah RISKA yang dengan
senyum renyahnya setia menemani Mbakyu barunya yang ndeso ini puter2 Amsterdam
di hari pertama itu. Mungkin karena kita sama-sama berlatar belakang Bidan ya...jadi
udah ngerasa deket aja. Makasih RISKA untuk semuanyaaa.
![]() |
| Me and Riska |
Yup akhirnya mendarat juga di The
STUDENT HOTEL Wibaustraat setelah sebelumnya pakai acara salah lokasi hotel
segala. Daaann akhirnya bertemulaah sama EMAK tercinta.. Beliau dari Makassar.
Jadilah kami duo macan dari Indonesia. Dan bersama EMAK Yulia, kami berpetualang indah...sangaat
indah..iya kan mak...Love you deh mak..semoga kapan2 kita bisa jalan2 bareng
lagi yaaa…
![]() |
| with my Lovely Emak di trem |
![]() |
| Jamal Sammy, Lisa, Emak and Me. |
How about our daily activity? Our class start at 8am up to 4pm. 12-1pm for lunch. Emak yulia, Jamal and Sunil in class A, and Me, Sammy and Lisa class B. Discussion, presentation about adolescent reproductive health, family planning, HIV among discordant couple, HIV Epidemiologic, STI’s also Genital Based Violence. It is very interesting. Fieldtrip at redlight, so amazing!! Ini beberapa foto kegiatan di Royal Tropic Institute selama 3 minggu..
![]() |
| Ella, riska, Priska, Me, Lala, Emak |
![]() |
| Discuss time |
![]() |
| mbak Na dan ayah juga ikut :) |
![]() |
| with teacher |
![]() |
| with friends |
![]() |
| our lunch |
![]() |
| Fieldtrip di daerah Dam Square (panas dingin masuk angin) |
![]() |
| on Fever :( |
Weekend sudah penuh dengan segudang rencana. Weekend minggu pertama diajak sama Emak Yulia dan dianterin sama temennya Emak ke volendam, stadion ajax, dan sekitarnya. Temennya Emak namanya pak Zaenal, beliau adalah perawat yang bekerja disana. Terima kasih sekali pak Zaenal dan keluarga yang telah mengajak kami jalan-jalan di weekend yang indah. Weekend yang lain mengitari the haque bersama teman emak yang lain. Keluarga pak Rahman dan mbak Yuni beserta si ganteng Alfian yang panggil saya tante pink. Terima kasih mbak Yuni dan keluarga yang sudah selalu ada untuk kami repotkan dari datang hingga pulang mengantar ke schipool. Keluarga ini jugalah yang mengantar kami menikmati indahnya Keukenhof. Terima kasih yang tak terhingga.
![]() |
| Volendam :) |
![]() |
| Stadion Ajax Amsterdam |
![]() |
| subhanallah tuliiip:) |
![]() |
| keukenhof |
Minggu kedua sudah mulai
stabil, di kelas enjoy…jalan-jalan enjoyy…video call enjoy…meskipun pake
kiyip-kiyip. Alarm jam 12 malam Cuma buat say hello mbak na yang udah cantik
pake seragam berangkat ke sekolah. Emaknya masih muka bantal. “Bundaaaa..embak
sekolah dulu yaaa…” Ayahnya?? Lagi persiapan ujian akhir diklatpim. Sukses
untuk kita semuaaa..amiin.
Minggu ketiga??Enjoy
banget tapi pede naik trem kemana-kemana berdua sama emak. Muter-muter dam
square dengan tujuan tidak jelas juga udah sering. Udah mulai nge list
oleh-oleh. (Dasar emak-emak). Bukannya mikir ujian he he he. Ya minggu ketiga
kita bakal exam. Boleh sih gak ikut untuk peserta shortcourse. Tapi ya mending
tetep ikut buat ngukur kemampuan nulis kita. He he he.. soalnya sih gampang…jawabnya
yang susah. Essay 5 soal tapi bisa habis 10 lembar HVS itu cukup membuat theol.
Itu aja mbuh nulisnya apa. Kalau suruh mengerjakan dalam bahasa Jawa kayaknya
nilai saya 100 wakakakaka. Berhubung ini bahasa Inggris, target saya separonya.
Ya tahu diri saya dengan kemampuan writing
yang dibawah standar.
Apa yang bikin
kangen??semuaaaa…temen-temennya. Shortcoursenya, fasilitatornya, dan suasana
akademisnya. Ya selalu diapresiasi apapun yang kita sampaikan..YOU DID IT!!
Sering banget saya dengar, waktu saya komentar sesuatu lalu abis tu saya curhat,
sebenarnya saya gak pede.. Ya…mereka sangat baik..menghargai meskipun kita baru
saling kenal.
Suasana Belanda ngangenin
gak???iya pake bangetts…di minggu ketiga baru kerasa udah cepet banget…Nulis
ini jadi kangen Dam Square, kangen wibaustraat, kangen albert heijn, kangen
oostepark…ahhh semua bikin kangen.
Saatnya pulang… 1 April
2016 kita pulang, berangkat ke schipol rame-rame..bareng Emak, sunil, diantar
Alfian and family. Di bandara ketemu sama Sammy dan Jamal. Koper juga beranak
pinak. Berangkat bawa 1 pulang bawa 2. Dapet rejeki nomplok, gantiin kopernya
Emak Cuma 15 euro. Emak kesengsem sama koper ungu..padahal udah beli silver. Makasih
emak atas koper Netherland harga Muntilan ha ha ha..
Bye bye Amsterdam…abis
check in antri imigrasi. Dannnn baru nyadar tertulis departure 15.45 (perasaan
di tiket 16.45 deh, haaah apa ini karena daylight saving???) Posisi check in
udah jam 15. 30!! Panic attack…permisi-permisi…minta check ini duluan…udah
kayak orang kesurupan lari cari Gate garuda..eh nemu ditulis pindah…beneran
nafas ngap ngap..mau nangis udah gak bisa. Udah kepikiran bakal terlantar
ketinggalan pesawat. Udah sekuat tenaga lari sekenceng-kencengnya bawa tas 2
lagi…sampailah ke gate baru garuda. Terseok-seok datengin mbaknya…Cuma bisa
bilang sorry I’m late!...sorry..dan ndeprok. Yaah liat disitu sepi Cuma kepikiran
aku udah ditinggal…oiii tiket 15 jutaaaa nangissss…
You’re not late. 15.45 is
open gate. Your departure 16.45. What???kutunjukkan print cek in-nya. Mbaknya
minta maaf bilang itu salah….owhhh nangis sejadinya di kursi tunggu sambil
menikmati kaki yang mulai kerasa pedel dan senut senut...Kalau ditanya, “Apa yang
kau takutkan naik pesawat??” Jawabku “ketinggalan pesawat!” Nggak ngerti phobia
naik pesawat adalah ketinggalan. Alhamdulillah belum pernah sih…naudzubillah..tapi
cerita temen-temen dan pernah sekali suami ketinggalan pesawat dan saya hebooh
nyari tiket agen ini itu…ternyata bikin trauma! Ya Alhamdulillah penerbangan
pulang juga lancar. 3 seat Cuma didudukin sendiri…dan direct pula…jadi gak
ribet bawa barang-segambreng…
Alhamdulillah safe landing
di Jogja jam 2 siang hari Minggu. Udah dijemput sama mbak na dan si dia. Ah gak
bisa diceritain pake kata-kata. Cuma, sepertinya cita-cita selanjutnya kuliah
di luar negeri tetap digantungkan sebagai cita-cita. Karena berat banget jauhan
itu ternyataa sodara-sodara…Bersama keluarga itu, nikmat yang tiada duanya!
Semoga ada kesempatan lagi…ada
rejeki dari Allah SWT lagi untuk mencari ilmu…syukur-syukur barengan serumah ma
mbak na dan ayah..Amiiin… Bismillah bermimpi lagi, Maastrict, tunggu aku
ya.. Malaikat…aminkan doaku ini ya…suamiku ridho kok, Cuma 2 minggu soalnya :)

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar