Rabu, 07 Juni 2017

KITA DAN GLAUKOMA


Antara aku dan kamu pasti ada dia. Ya, dia “HARUS” ada diantara kita berdua! Dialah “TIMOL”. Tetes mata yang tak boleh ketinggalan kemanapun kita pergi. Yupp..harapku, ketika kita menua nanti, kita kan selalu bergandengan tangan, tapi bukan karena ada yang mencuri penglihatan kita. Meskipun sang pencuri itu mengintai dekaaat sekali.

Ya dia glaucoma. Kata dokter mata, itu sang pencuri penglihatan. Kenapa dikatakan pencuri?ya, kata dokter mata mayoritas pasien glaucoma tidak merasakan gelaja apapun, nyeri, sakit atau apapun itu, benar-benar tanpa gejala. 

Sama seperti pencuri, gak ada pencuri yang ngaku kalau mau mencuri..dia gak bakal datang terang-terangan. Kalau itu namanya perampok ya..kembali ke glaucoma..apa itu glaucoma?? 

Banyak artikel tentang glaucoma, bisa di browsing ya..atau bisa ditanyakan langsung ke dokter mata terdekat. Yang saya tahu, glaucoma itu adanya kerusakan syaraf-syaraf mata yang disebabkan karena tingginya tekanan bola mata atau tekanan intra ocular. *Mohon maaf kalau kurang tepat

Jadi lambat laun, si penderita akan kehilangan penglihatan karena rusaknya syaraf-syaraf matanya. Notes: itu kalau gak ketahuan dan tidak ditangani. Insyaallah akan berbeda kalau diihtiari, diupayakan. 

Seperti kita berdua, saling mengingatkan, saling membawakan tetes mata, romantic gitu deh pokoknya! Sampe-sampe kalau periksa dan ketemu dokter mata baru (bukan dokter mata yang biasanya), pasti dikomenin..”kok bisa ya..padahal bukan sodara kan ya?” *iya dok, bukan saudara, tapi kami memang ditakdirkan untuk saling melengkapi, menemani dan mencintai. Bukankah cinta sejati akan selalu menemukan jalannya untuk kembali #eaaaaa. Opo ikiii hehe he

Boleh saja orang berpendapat bahwa orang sakit itu karena adzab karena perilaku hidupnya, atau karena kurang sedekahnya, atau whatever. 

Biarkan saja ya… tapi sejauh ini kita saling mengingat ingat kenakalan-kenakalan jaman dulu…kayaknya fix.. kita berdua gak pernah ngintipin orang mandi, atau ngintip daleman temen pake rautan ditaruh di kaki, atau nyontek pas ujian jaman sekolah dulu. Sweaar… Jadi gak perlu kita risaukan omongan orang ya.. Tapi tapi…tak ingat-ingat pernah sihh ngintip-ngintip..sekali..dua kali..ehh maaf berkali-kali ding..iya itu ngintipin wajah gantengnya mas Arka ehh mas Eros “Giorgino Abraham”.(*kamu siiih…gantengnya terlalu maksimal xixixixi). Tapi Alhamdulillah ngintip yang ini diizinin kok sama si hunny bunny. *pakai maksa sih hihihi. 

Yuup, kata dokter mata, glaucoma secara teori sebagian besar disebabkan karena keturunan, alias genetic. Kita seriiiing banget denger simbah-simbah semakin sepuh kadang menurun penglihatannya tapi mungkin saja selama ini, itu dibilang normally. Panggilan alam. 

Tapi sebenarnya kalau diperiksa dengan seksama mungkin saja itu glaucoma. Karena penderita glaucoma di Indonesia cukup tinggi. Ya karena gak ada gejala gak ada nyeri-nyeri, sakit ini itu..tiba tiba simbah gak bisa mresasni

Jadi kayaknya jarang orang yang dengan sadar hati buat datang ke dokter mata untuk periksa mata. Belekan saja, walau sampe gak bisa buka mata di tiap pagi hari, kayaknya lebih seneng didulet-dulet pakai idu daripada ke dokter mata. Hayoo ngaku sapa yang waktu kecil belekan kayak gitu..

Sama dengan saya, saya waktu itu juga konangan glaucoma-nya juga karena keberuntungan belaka. 14 tahun yang lalu mas saya pas ambil spesialis mata, mata saya dicek-cek gitu trus si mas ngendiko suruh cek up, tekanan bola mata saya waktu itu kanan kiri sekitar 27 sama 28 (lupa sih tepatnya, tapi pokoknya diatas angka 25). 

Ya, tekanan bola mata normalnya dibawah angka 20. Sayang seribu sayang, si hunny bunny tersayang yang dengan setia selalu mengantar control periksa, dan saya gak pernah ngeh untuk ngajak periksa...ehh suatu saat mau ganti kaca mata sekalian dicek…..ternyata kita memang senasib…si tercintaah tekanan bola matanya juga tinggi. Ya sutraaalah…mari kita eratkan genggaman tangan kita sayang. Bukankah cinta itu ada untuk saling menerima segala kekurangan. Semoga kita bisa melaluinya..amiin

Lalu gimana cara melihat glaucoma kita masih dalam tahap baik..ya setiap 6 bulan sekali, pasien glaucoma diwajibkan untuk dilakukan pemeriksaan lapang pandang. 

Pemeriksaan lapang pandang dilakukan diruangan gelap, kita duduk dan menghadap pada alat yang persis seperti payung dibuka menghadap kedepan kita. Dokter dari belakang sana akan ngasih lampu kecil-kecil gitu, kalau kita bisa liat kita pencet tombol yang kita pegang. Lampu-lampu itu dari besar ke kecil. Ya kayak mendeteksi bintang-bintang di langit yang biru gitu laah. Kita gak boleh lirik kanan kiri, apalagi tengok belakang. Harus focus menatap kedepan.  *Ya seperti kita tak boleh lagi menengok-nengok timeline atau instastory-nya mas/mbak mantan yaa..mending liat instastory-nya mas giorgino abraham dan mbak irish bella aja yaa… 

Ya, pemeriksaan lapang pandang untuk melihat kemampuan melihat kita wabil khusus di area pinggir-pinggir itu, karena penderita glaucoma biasanya akan kehilangan penglihatan dari bagian samping kedepan..jadi seperti pakai kacamata kuda…biar gak sampe seperti itu maka harus rutin dicek lapang pandang ini. 

Pemeriksaan lain adalah pemeriksaan foto fundus mata atau kalau tidak salah namanya OCT. Saya kurang paham pemeriksaan ini untuk apa, tapi hasil OCT ini bisa diprint dan nanti dilihat hasilnya sama dokter. 

Pemeriksaan ini gampang-gampang susah, cukuplah kita tidak kedip 1 menit eh lebih ding, lalu cekrek-cekrek gitu. Saya selalu bisa optimal di pemeriksaan ini, bisa ngampet tidak berkedip..sementara si hunny bunny tidak seteguh saya dalam pemeriksaan OCT ini.  *Padahal aslinya beliau lebih teguh, dalam perjuangan mendapatkan cinta saya. Oposeeeeh J

Last but not least, tetes mata sepanjang hayat tidak boleh ditawar. Setelah rutin tetes mata Alhamdulillah TIO saya sudah tidak pernah lebih dari angka 20. Demikian juga TIO si ganteng. PR kami, adalah selalu cek up dan tentunya mengajak si gadis kecil pualam hati kami. 

Secara takdir menggariskan emak bapaknya begini, ya sudahlah..dari umur 5 tahun si cantik udah familiar dengan apa itu mengukur tekanan bola mata, apa itu lapang pandang, apa itu OCT dan selalu mengingatkan emak bapaknya buat tetes mata. (Di Sardjito tahun 2019 ini alatnya baru, gak terlalu lama harus menahan melek, demikian juga alat untuk periksa lapang pandangnya, meskipun gerakannya jadi lebih cepet).

Si cantik juga udah dibawa ke spesialis mata anak, dan sampe sekarang tiap 6 bulanan udah cantik duduk didepan alat periksa TIO dan jebret jebret jebret dia udah terbiasa dan gak pake kaget-kaget lagi. 

Maafkeun ayah bunda yang sementara jelas-jelas menurunkan genetika kurang oke di urusan mata, tapi tak apa nak..Allah SWT bukankah menjanjikan bersama kesulitan ada kemudahan..bahkan kemudahan disebut tiga kali. Insyaallah Allah SWT akan memberikan kemudahan dalam hidupmu berlipat-lipat nak. Yakinlah! Doa ayah bunda selalu untukmu.

So, seperti instruksi presiden dalam gerakan masyarakat (Germas) diantaranya kita musti rutin memeriksakan diri. Gigi 6 bulan sekali dibersihin yak, 2 tahun sekali cek up mata lah..meskipun kalau liat mas Hyunbin masih ganteng bukan berarti mata kita gak perlu dicek. Ibu-ibu juga periksa pap smear setahun sekali (waduuh saya juga udah 2 tahun ini gak periksa he he), jangan lupa periksa payudara sendiri tiap habis menstruasi.

*stay strong wahai glaukomers 😄

  




Minggu, 12 Maret 2017

Cerita yang tertunda (Part 2)

beloved friends, left to right:  Me (Indonesia), Lisa (Nepal), Yulia (Indonesia)
Jamal (Yaman), Sammy (Kenya)
Hari ini, setahun yang lalu..12 Maret 2016, merupakan salah satu hari yang tidak akan pernah saya lupa sepanjang hidup. Salah satu mimpi kecil saya, tertapaki… Hari ini, setahun yang lalu..nama saya tertera dalam tiket penerbangan Internasional dengan rute JOG (Yogyakarta) – AMS (Amsterdam). Bismillahi tawwakaltu ‘alallah.

Meskipun Tidak mudah menuliskan kembali cerita itu. Jujur!! Bukankah bahagia? Satu mimpi besar itu datang...sesuai dengan doa yang dipintakan? Ya... Tapi ada juga satu lagi pelajaran hidup untuk saya. Dalam kebahagiaan ada juga “ujian”. Dalam “ujian” pasti diselipkan kebahagiaan. Ya..bagaimana kita harus pandai-pandai mengatur hati untuk selalu bersyukur dengan semua ketetapanNya.

Tepatnya beberapa setelah e-mail pemberitahuan bahwa akhirnya saya mendapat beasiswa itu, dapat juga kabar bahwa suami harus menjalani diklatpim III selama 3 bulan. Dengan waktu yang hampir bersamaan, tepatnya beririsan. Apa yang langsung terpikir saat itu? Ya bagaimana mbak Na?? Ayah bundanya harus pergi dengan waktu bersamaan?? Jujur itu cukup berat khususnya untuk saya. Alhamdulillah mbak Na tidak mempersalahkan hal itu dan bahkan ia sudah memikirkan solusi yang benar-benar bisa membuat bundanya lega..bahkan lega sekali. “Mbak Na bobok di tempat uti aja”. Statemen-nya diamini oleh uti dan kakungnya. Well, masalah selesai.

Tapi kiranya Allah SWT inginkan kami lebih tangguh lagi. 2 hari sepulang mengurus Visa Schengen, tepatnya hari Jumat 19 Februari 2016, uti kecelakaan. Fraktur di kaki kanan uti, total berjumlah 5 titik. Uti harus operasi, bedrest, dan tentunya butuh perawatan. Menitipkan mbak Na dengan uti yang kondisinya seperti itu, hanya berharap pada Allah Taala agar mbak Na bisa mandiri, ceria dan bahkan saya menitipkan pada mbak Na untuk merawat uti. Dunia terbalik. Kemarin saya yang menitipkan mbak Na ke uti, gantian saya yang bilang ke mbak Na “pasrah uti ya nak”. (Bunda tahu kamu anak hebat, anak yang selalu bisa membuat ayah dan bunda bangga padamu).

Tibalah saatnya berangkat, dengan segala kegundahan hati. Kalau bukan Bapak yang berkali kali mengingatkan ini jihad...jihad!! jihad itu tidak mudah. Menuntut ilmu itu wajib hukumnya, lakukan sebaik-baiknya. Apapun yang akan terjadi dirumah selama kamu pergi, apapun itu kamu harus ikhlas. Apapun kesulitan yang akan kamu temui disana, itu nilainya pahala. Bismillah, berangkatlah dengan hati yang ihklas. Pasrahkan semua pada Allah SWT. Begitu kira-kira pesan Bapak yang begitu menguatkan saya.

12 Maret 2016. Dalam ujung titik kepasrahan dan kegundahan, ternyata doa adalah kekuatan yang tak terhingga. Setidaknya itu pengalaman saya. Betapa tidak, dalam hidup saya, ini adalah perjalanan terlama saya, dalam tiket tertera penerbangan 17 jam. Jujur saya tidak tahu harus bagaimana, harus ngapain. Takut, grogi,campur campur.  Well ndremimil..apa yang saya ndremimilkan?? Hanya berseru dalam hati, hanya memanggil Allah taala disaat merasa deg-degan dan hanya berbisik, tolong saya..bantu saya ya Rabb...cek imigrasi done, bahkan ini cek imigrasi tercepat dan tersantai dari pengalaman-pengalaman sebelumnya yang pasti selalu antri...masuklah gate Soetta menuju Amsterdam. Mulailah clingak clinguk. Kenapa ini bule semua?? Pasang mata, mana orang Indonesia??

Di detik detik akhir menuju keberangkatan, tiba-tiba ujug-ujug ada mbak-mbak pake jilbab berkaos lorek2 duduk disamping saya, Nyess..padahal kenalan juga belum tapi setidaknya bisa membuat saya “nyaman”. Panggilan masuk pesawat. Yup..antri...masuklah ke Garuda Indonesia yang siap membawa saya dalam perjalanan jauh ini. Amsterdam!! Pas masuk, ya..agak kaget sih..baru kali ini naik pesawat dengan model 3 seat, untungnya mbak pramugarinya baik hati untuk mengarahkan saya harus mengambil jalur yang lebih dekat. Done..ketemu seatnya. Sesuai request saya milih yang pinggir luar. Yup..karena kaki saya panjang, sesuai nasehat adik saya yang bernasib kaki panjang jugak dan lebih senior dalam penerbangan internasional.  Beberapa menit setelah duduk manis, dan kursi-kursi lain mulai diisi bule bule, deratan kursi saya masih kosong aja. Deg-degan...menunggu siapakah teman duduk saya dari ratusan penumpang tadi. Tiba-tiba jreeenggg...mbak berkaos loreng tadi menghampiri barisan tempat duduk saya, dan ia permisi untuk masuk. Whaatt??dia??#Plooong. Pesawat udah mau berangkat aja, berarti kami Cuma berduaa??? Coba apa itu namanya??berkah??rejeki??keajaiban?? Yup..namanya DITY. Dia mahasiswa S2 di Delft Belanda, orangnya cantik, pinter plusss baiiiiik. Tentunya dia yang selama perjalanan berangkat menjadi guide saya, dari mulai ternyata transit di singapura, saya harus ngapain, DITY lah satu dari “malaikat” yang Allah SWT kirimkan untuk saya dalam perjalanan 17 jam menuju benua biru. Bahkan tak sampai disitu DITY memastikan saya bertemu dengan “malaikat” lain yang sudah siap menunggu saja di Amsterdam Schipol. Bersyukur. Terima kasih DITY untuk semuanya.
Me and Dity
Pahlawan lainnya namanya RISKA. Dia adalah Master Student di KIT. Kita kenalan via email dan dengan besar hati ia mau menjemput saya dan mengantarkan saya menuju hotel. Bawa koper segambreng, dialah RISKA yang dengan senyum renyahnya setia menemani Mbakyu barunya yang ndeso ini puter2 Amsterdam di hari pertama itu. Mungkin karena kita sama-sama berlatar belakang Bidan ya...jadi udah ngerasa deket aja. Makasih RISKA untuk semuanyaaa.
Me and Riska
Yup akhirnya mendarat juga di The STUDENT HOTEL Wibaustraat setelah sebelumnya pakai acara salah lokasi hotel segala. Daaann akhirnya bertemulaah sama EMAK tercinta.. Beliau dari Makassar. Jadilah kami duo macan dari Indonesia. Dan bersama EMAK Yulia, kami berpetualang indah...sangaat indah..iya kan mak...Love you deh mak..semoga kapan2 kita bisa jalan2 bareng lagi yaaa…
with my Lovely Emak di trem


Jamal  Sammy, Lisa, Emak and Me. 
And they are my new friends..and wish be best friends forever. SAMMY, he is smart and kindheart from Kenya. JAMAL, funny man from YAMAN, LISA SOTI beautiful, kindheart from NEPAL. And also SUNIL from NEPAL. Yeaaah we just like a new family. We take care each other. Go arround together and a lot of beautiful moment of us, as long 3 weeks together. And we also meet the great friends from whole the world from master student of KIT. Such As Ella medical doctor and Andy from Indonesia. Sylvia from Nigeria. Winnie from Thailand, Radhika from Nepal and many more. Maaf kalau belepotan, mereka suka ikut baca blog ini..request nya pake English..mana pede??? tapi karena ini ada nama-nama si dia, maka maafkeun jadi bahasanya campur-campur yaa..

How about our daily activity? Our class start at 8am up to 4pm. 12-1pm for lunch. Emak yulia, Jamal and Sunil in class A, and Me, Sammy and Lisa  class B. Discussion, presentation about adolescent reproductive health, family planning, HIV among discordant couple, HIV Epidemiologic, STI’s also Genital Based Violence. It is very interesting. Fieldtrip at redlight, so amazing!! Ini beberapa foto kegiatan di Royal Tropic Institute selama 3 minggu..
Ella, riska, Priska, Me, Lala, Emak

Discuss time

mbak Na dan ayah juga ikut :)

with teacher

with friends

our lunch

Fieldtrip di daerah Dam Square (panas dingin masuk angin)

on Fever :(
Hotel dan kampus kurang lebih 2 kiloan, kita bareng-bareng berangkat jalan kaki, awalnya muter2 smpe 4 kiloan kayaknya..akhirnya bisa dapet jalan yang lebih dekat melewati Oostepark nan indah. Seringnya saya dan Sammy pulang berdua karena kami 1 kelas.

Weekend sudah penuh dengan segudang rencana. Weekend minggu pertama diajak sama Emak Yulia dan dianterin sama temennya Emak ke volendam, stadion ajax, dan sekitarnya. Temennya Emak namanya pak Zaenal, beliau adalah perawat yang bekerja disana. Terima kasih sekali pak Zaenal dan keluarga yang telah mengajak kami jalan-jalan di weekend yang indah. Weekend yang lain mengitari the haque bersama teman emak yang lain. Keluarga pak Rahman dan mbak Yuni beserta si ganteng Alfian yang panggil saya tante pink. Terima kasih mbak Yuni dan keluarga yang sudah selalu ada untuk kami repotkan dari datang hingga pulang mengantar ke schipool.  Keluarga ini jugalah yang mengantar kami menikmati indahnya Keukenhof. Terima kasih yang tak terhingga.
Volendam :)

Stadion Ajax Amsterdam


subhanallah tuliiip:)

keukenhof
Minggu pertama adalah minggu adaptasi dengan dingin yang saat itu sekitar 2-5 derajat celcius. Pola makan yang masih sok sok diet dan minum Cuma teh anget ternyata tidaklah cukup. Mandi yang masih berlagak gaya Muntilan pagi sore. Belum lagi gaya pakaian yang cuma pake baju+jaket saja. Lalu…tumbang! Panas pilek (padahal saya sebenarnya juarang pilek). Alhasil merubah pola makan, pola mandi dan pola berpakaian. Makan harus tinggi protein, beli madu, dan di kampus minum susu yang ada disana (teh anget…maaf saya tinggal dulu yaa). Mandi..ya dihitung secukupnya he he he..pakai baju??lapis 3-4 kalau keluar2. Dan disaat itu, kewarasan saya sudah mulai hilang. Kangen yang biasa blonyoin, kangen yang biasa buatin jahe anget kalau lagi masuk angin. Dan kangen dada bidangnya…ulalalala…nangis Bombay…Pingin pulang! (whatttt???). Video call nangis nangis gak kuat! (cen ra jelas!! Jarene pingin..haduuuh).

Minggu kedua sudah mulai stabil, di kelas enjoy…jalan-jalan enjoyy…video call enjoy…meskipun pake kiyip-kiyip. Alarm jam 12 malam Cuma buat say hello mbak na yang udah cantik pake seragam berangkat ke sekolah. Emaknya masih muka bantal. “Bundaaaa..embak sekolah dulu yaaa…” Ayahnya?? Lagi persiapan ujian akhir diklatpim. Sukses untuk kita semuaaa..amiin.

Minggu ketiga??Enjoy banget tapi pede naik trem kemana-kemana berdua sama emak. Muter-muter dam square dengan tujuan tidak jelas juga udah sering. Udah mulai nge list oleh-oleh. (Dasar emak-emak). Bukannya mikir ujian he he he. Ya minggu ketiga kita bakal exam. Boleh sih gak ikut untuk peserta shortcourse. Tapi ya mending tetep ikut buat ngukur kemampuan nulis kita. He he he.. soalnya sih gampang…jawabnya yang susah. Essay 5 soal tapi bisa habis 10 lembar HVS itu cukup membuat theol. Itu aja mbuh nulisnya apa. Kalau suruh mengerjakan dalam bahasa Jawa kayaknya nilai saya 100 wakakakaka. Berhubung ini bahasa Inggris, target saya separonya. Ya tahu diri saya dengan kemampuan writing yang dibawah standar.

Apa yang bikin kangen??semuaaaa…temen-temennya. Shortcoursenya, fasilitatornya, dan suasana akademisnya. Ya selalu diapresiasi apapun yang kita sampaikan..YOU DID IT!! Sering banget saya dengar, waktu saya komentar sesuatu lalu abis tu saya curhat, sebenarnya saya gak pede.. Ya…mereka sangat baik..menghargai meskipun kita baru saling kenal.

Suasana Belanda ngangenin gak???iya pake bangetts…di minggu ketiga baru kerasa udah cepet banget…Nulis ini jadi kangen Dam Square, kangen wibaustraat, kangen albert heijn, kangen oostepark…ahhh semua bikin kangen.

Saatnya pulang… 1 April 2016 kita pulang, berangkat ke schipol rame-rame..bareng Emak, sunil, diantar Alfian and family. Di bandara ketemu sama Sammy dan Jamal. Koper juga beranak pinak. Berangkat bawa 1 pulang bawa 2. Dapet rejeki nomplok, gantiin kopernya Emak Cuma 15 euro. Emak kesengsem sama koper ungu..padahal udah beli silver. Makasih emak atas koper Netherland harga Muntilan ha ha ha..

Bye bye Amsterdam…abis check in antri imigrasi. Dannnn baru nyadar tertulis departure 15.45 (perasaan di tiket 16.45 deh, haaah apa ini karena daylight saving???) Posisi check in udah jam 15. 30!! Panic attack…permisi-permisi…minta check ini duluan…udah kayak orang kesurupan lari cari Gate garuda..eh nemu ditulis pindah…beneran nafas ngap ngap..mau nangis udah gak bisa. Udah kepikiran bakal terlantar ketinggalan pesawat. Udah sekuat tenaga lari sekenceng-kencengnya bawa tas 2 lagi…sampailah ke gate baru garuda. Terseok-seok datengin mbaknya…Cuma bisa bilang sorry I’m late!...sorry..dan ndeprok. Yaah liat disitu sepi Cuma kepikiran aku udah ditinggal…oiii tiket 15 jutaaaa nangissss…

You’re not late. 15.45 is open gate. Your departure 16.45. What???kutunjukkan print cek in-nya. Mbaknya minta maaf bilang itu salah….owhhh nangis sejadinya di kursi tunggu sambil menikmati kaki yang mulai kerasa pedel dan senut senut...Kalau ditanya, “Apa yang kau takutkan naik pesawat??” Jawabku “ketinggalan pesawat!” Nggak ngerti phobia naik pesawat adalah ketinggalan. Alhamdulillah belum pernah sih…naudzubillah..tapi cerita temen-temen dan pernah sekali suami ketinggalan pesawat dan saya hebooh nyari tiket agen ini itu…ternyata bikin trauma! Ya Alhamdulillah penerbangan pulang juga lancar. 3 seat Cuma didudukin sendiri…dan direct pula…jadi gak ribet bawa barang-segambreng…

Alhamdulillah safe landing di Jogja jam 2 siang hari Minggu. Udah dijemput sama mbak na dan si dia. Ah gak bisa diceritain pake kata-kata. Cuma, sepertinya cita-cita selanjutnya kuliah di luar negeri tetap digantungkan sebagai cita-cita. Karena berat banget jauhan itu ternyataa sodara-sodara…Bersama keluarga itu, nikmat yang tiada duanya!

Semoga ada kesempatan lagi…ada rejeki dari Allah SWT lagi untuk mencari ilmu…syukur-syukur barengan serumah ma mbak na dan ayah..Amiiin… Bismillah bermimpi lagi, Maastrict, tunggu aku ya.. Malaikat…aminkan doaku ini ya…suamiku ridho kok, Cuma 2 minggu soalnya :)

Selasa, 07 Februari 2017

Cerita yang tertunda (part 1)


Akhirnya upload juga cerita ini. Setelah hampir setahun cerita ini tertimbun di laptop, dan baru nyadar saat buka-buka email karena cari password e-fin tahun lalu. Semoga belum usang ya..satu cerita yang tertunda ini. 

Ternyata sudah satu tahun, cerita penuh romansa ini dimulai. Ya, Januari 2016, satu dari deretan mimpi indah itu, hadir. Setelah tepatnya selama 5 hari setelah doa itu secara konstan dan to the point dipintakan. “Ya Rabb.. Saya sungguh ingin kesana, izinkanlah..berikanlah jalan..terimalah apply saya”. Ya..doa-nya maksa banget, tapi saat itu emang lagi nafsu tingkat dewa pingin ngerefresh otak yang kayaknya udah lama gak diasah buat sinau. Alhamdulillahirobbil alamin..... dikabulkan secara langsung plus bonus bonusnya yang luar biasa.

Kisah ini juga semakin membuat saya menyadari bahwa cita-cita dan doa itu berkekuatan super. Dahsyat banget deh..Saat kita hidup maka mari bercita-cita, bermimpilah, lalu mintakan pada sang pembuat skenario hidup. Maka cerita impian itu suatu masa akan menjadi nyata, sesuai dengan waktu yang terbaik sesuai ketentuanNya.

Jangan takut berdoa dan meminta. Berharap hanya pada Allah Taala, dalam segenap hembusan nafas. Pintakan semua hal yang ingin dipinta dengan lugas dan tanpa basa basi. Itu cara saya, banyak banget minta-minta sama Sang pembuat skenario hidup.

Nangis guling-guling, eh nggak ding, bener-bener guling guling pelukan sama mbak na. Horeee bunda ke Belandaaa..keju..keju...teriak genduk sambil lari cari ayahnya. Ini anak emang unik, ini anak tahu emaknya mau pergi malah nyanyi nyanyi dan bahagia habis. Yup..kata saya...She is miss Positive thingking. Keren banget deh ini anak...(anak siapa sih...#kedip kedip mata). But really proud of you dear!.

But, ada sih yang nglokro denger berita ini. Tu cowok yang dipanggil panggil sama mbak na. Cowok itu tiba-tiba aja udah berdiri persis didepan saya, matanya yang tajam itu menatapku, “aku gak bisa jauhan sama kamu sayang”. Katanya lagi, “tapi aku tahu ini mimpimu, aku merestui dan mendukungku” #eaaaaa. Jujur membuat saya spechless dan ujug ujug apnea...” . Tapi sebenanarnya pas apply sudah selalu izin, tapi mungkin gak nyangka saya bakal keterima kali ya hihihi. Jadi sebenarnya saya juga jujur, takut-takut gak pede gimana gitu. Alhamdulillah, beliau selalu support saya. Selaaaalu..tepatnya saling support-lah. Tips buat emak-emak pokoknya jangan lupa minta izin sama suami dulu yak kalau berkeinginan apply, biar ngejalaninnya ntar berkah. Amiin.  

Yup kembali ke shortcourse dan beasiswa. Shortcourse yang saya ikuti ini diselenggarakan oleh Royal Tropic Institute/ KIT di Amsterdam Belanda. Ada banyak pilihan shortcourse  yang bisa diikuti sesuai dengan minat masing-masing. Bisa cek di website-nya KITuntuk lihat shortcourse-nya apa aja. Shortcourse yang saya ikuti adalah Sexual Reproductive Health Rights including HIV AIDS. Saya tertarik banget tema ini, makanya dari apply 2 tahun sebelumnya tidak pernah berubah pilihan. Jadi kita apply dulu di university tempat kita mau ambil shortcourse-nya. Saya pilih di Royal Tropic Institute /KIT di Amsterdam Belanda. Nah nanti kalau udah nerima LoA kita baru apply ke NFPnya. Ntar kita dapet email jadwal seleksi NFPnya kok. Udah siap-siap aja buat motivation letter dan lain-lainnya dalam format pdf dan jangan gede gede ukurannya. Jadi nanti kalau pas tanggalnya tinggal upload aja.

Nah setelah itu ditunggu saja biasanya pengumuman akan dilakukan sekitar 2 sampai 3 bulan. Kalau belum diterima?? Dunia belum berakhir disitu, jangan kapok dan jangan patah semangat untuk mencoba lagi. Saya juga pertama kali apply dijawab not eligible kok he2. Baru apply kedua keterima. Nah proses ditolak tu, motlet yang udah ada dibenerin lagi, portofolionya dibuat yang lebih bagus lagi. Ya anggap mengais kemampuan menulis dalam Bahasa Inggris gitu aja.

Saya pinter bahasa Inggris??? Itulah gosip yang sering saya dengar tentang saya. Dalam konferensi pers ini saya sampaikan, saya meluruskan gosip tersebut bahwa hal tersebut memanglah gosip belaka (pasang muka serius dan betulkan letak kacamata). Yang pinter bahasa Inggris itu  bapak guru saya, yang namanya saya pinjem dan saya cantolin di Paspor saya. Maksa banget biar paspornya 3 kata, mau pinjem nama siapa, ya udah saya pinjem nama belakang guru Bahasa Inggris saya waktu SMP. Namanya Pak Budi, lengkapnya Pak Budi Pranoto. Jadilah nama saya adalah Niken Meilani Pranoto. Nama ini sudah mendunia ya sodara-sodara, dari berbagai sertificate international, nama itu yang dipake (siapa yang tanyaaa????? #maaaf sekilas info hihihi). Kenapa saya minjem nama beliau? Ya...beliau keren banget urusan Bahasa Inggris, dan beliaulah satu-satunya orang di dunia raya yang selalu jujur ngendiko kalau saya TIDAK PINTAR Bahasa Inggris. Saya hargai kejujuran beliau, dan semenjak saat itulah saya selalu ingin belajar bahasa Inggris dan membuktikan pada beliau bahwa saya bisa!! (#karo nangis guling guling...aslinya ya tetep ora pinter...njuk pie...what should i do). Beliau yang jaman awal-awal belajar bahasa Inggris saya ditantang untuk menghafal vocab yang ada di kamus dan melaporkan ke beliau apa artinya. Semacam setor hafalan gitulah..makanya lama-lama saya agak mudeng bahasa Inggris. Tapi Cuma taraf agak mudeng lo yaa. But, i always keep on spirit study hard (iki ngomong opo, mbuuuh). Dan saya pernah bilang ke beliau saya akan membuktikan saya bisa bawa nama belakang beliau keliling dunia (amiiin). And i did it!!! #ngalem dewe.

Alhamdulillah sejauh ini Bapak kandung saya tidak keberatan kalau saya minjem nama guru Bahasa Inggris SMP saya untuk ditongkrongin di nama belakang saya. Tahu kenapa????? Biarlah rahasia ini hanya terjaga antara saya dan temen-temen SMP saya saja. Ehh lupa, ada satu temen SMA saya yang tahu ding. Iya temen SMA saya yang sekarang jadi temen sekamar saya (#ehhhh). Temen saya yang lain tidak usah penasaran yaa. Kalau mau mencoba melakukan apply shortcourse di KIT  bisa membuka laman webnya yaitu www.kit.nl.

Nah untuk beasiswanya yang saya dapet kemarin tu dari NFP (Netherlands Fellowship Program). Beasiswa ini diberikan oleh Dutch Foreign Ministry. NFP setiap tahun memberikan peluang beasiswa untuk melanjutkan studi di Belanda meliputi program Shortcourse, Master dan Doktoral. Oiyaa untuk adik-adik mahasiswa D4 Kebidanan, bisa lanjut Master-nya di KIT juga..kemarin ada 1 mahasiswa dari Indonesia. 

Apa saja yang dicover oleh beasiswa NFP ini? jadi beasiswa yang ditanggung dalam shortcourse ini dalam bentuk Euro ya, waktu itu 1 Euro sekitar Rp.15.000,-. Adalah biaya pendidikan shortcourse yang senilai sekitar 1800€, tiket pulang pergi senilai 1000€ sekitar 15 juta, hotel juga kayaknya 1000€ dan asuransi. Arusansi tiket dan hotel udah dicariin dari pihak penyelenggara sana jadi kita udah gak pusing2 nyari sendiri. Selama kita disana kita dapet semacam uang saku atau biaya akomodasi selama tinggal di Belanda gitu, waktu itu dapat 357€. 

Oh yaa.. pembuatan visa schengen  juga gratis. Untuk tiket pesawat ke Belandanya, kita biasanya akan dikomfirm pesawatnya akan terbang dari Jakarta. Pengalaman saya, waktu itu saya email kesono saya bilang kalau bandara terdekatnya Jogja. Lalu penerbangan Jogja ke Jakarta gimana? Alhamdulillah mereka mengupayakan lagi, trus di reshedule dapat dari Jogja-Jakarta, Jakarta-Amsterdam PP connecting. Alhamdulillaaahnya lagi, dapet Garuda Indonesia yang secara hati saya merasa seperti diantar mas dan mbak saya sendiri (*tiba-tiba merasa pilot dan pramugari adalah mas dan mbak saya*#sok Pede he he he, jadinya saya merasa nyamaan dalam perjalanan jauuh itu.) Karenaa..kita gak dikasih tahu yang dapat beasiswa siapa saja, jadi ya siapkan mental untuk sendirian dijalan. Tapi yakin Allah SWT punya jutaan malaikat untuk jaga kita...next bakal saya ceritain deh...malaikat-malaikat nyata itu!! Ya rejeki nomplok lebih dari 80 juta sodara-sodara. Cuma bentuknya ilmu..insyaallah lebih bermanfaat kan...insyaallah..

Notes: kalau ada yang mau dikonfirmasi langsung email aja ke Belanda sono, budaya males ditanya itu gak bakalan ada, mereka welcome bingittttsss..Jangan takut tanya dan jangan takut ngomong/berkomunikasi. Itu sih kayaknya yang menjadi ilmu bangets buat saya. Mereka sangat menghargai pendapat orang lain...

Ada nomboknya tidak? Ya mestinya ada, untuk ngurus visa kita butuh dua kali ke Jakarta, saya waktu itu naik citilink turun halim lalu naik transjakarta, malah pas ambil visa sekalian ajak mbak na, berangkat penerbangan pagi jam 9, pulang penerbangan paling sore (19.30), itu aja udh bisa mampir ke monas, ke PGC he2.

Apa saja yang harus disiapkan?? Sebelum berangkat ke Belanda, butuh persiapan rice cooker (yang mini itu aja), beras (2 kg lebih dari cukuup) dan makanan yang cocok sama lidah kita, secara disana makanan cukup mahal. Jadi untuk pengiritan bawa aja bekal makanan yang cukup selama stay disana. Kering tempe, abon, telur asin, mie instant, sarden, bawang merah putih lombok buat masak sendiri. Kalau habis bisa kita beli supermarket namanya albert heijn yang persis di depan hotel, atau pasar deket kampus, tapi ya itu buncis 1 iket 1€, berasaa banget sekali belanja sayuran dan telur 20€ (300 rebu oii). Notes: bawaaan segambreng ini kalau lidah kita gak bisa makan macem2 dan kantong alias sangunya tipis (seperti saya). Kalauuu sangunya banyak dan lidah oke2 aja buat maem apa aja yang abaikan bawaan segambreng tadi. banyak makanan halal yang bisa kita dapetin disana kok. 

So, untuk pegangan slama disana ya kita perlu bawa sangu lah. Waktu itu saya bawa sekitar 500€ (7,5 juta).  Uang itu cukuplah buat jalan jalan dan beli beli oleh oleh untuk keluarga tercinta. Untuk komunikasi bisa beli kartu perdana namanya LEBARA, bisa beli pas kita datang di Asmterdam Schipol. Itu untuk kebutuhan internet di jalan aja, karena di hotel sama kampus wifi kereeeeen...mau download jurnal sampe hoek2 aja bisaa...pesta pora bawa pulang jurnaal deh...

Untuk transpot lokal, ada banyak macemnya. Ada trem, metro dan kita bisa bayar di trem atau stasiun metro dengan uang cash, tapi bisa juga beli OV card yang bisa kita isi ulang. Alhamdulillah saya dapat warisan OV card dari ibu peri...alhamdulillah rejeki anak sholih he he he. Jadi uang sangu sebenarnya bukan nombok ya namanya..ya anggep apa modal gitu yaa..

Dalam tulisan ini saya mau mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada rekans yang berkenan sudah berbagi ilmu, memberi saya banyak masukan hingga memberikan support yang luarr biasa. Ada bu Nanik yang sudah rela hati “dimarahi” saat saya membolos ditengah gladi akreditasi dan posisi saya adalah MC, soalnya detik-detik itu pas jadwal foto perpanjangan paspor. Ada bu Hesty teman sekantor saya yang dari jaman ngurus visa udah banyak ngasih ilmu-ilmunya, minjemin jaket mas ipung pula. Ada mbak Ayi yang meski belum pernah bersua tetapi udah ngasih clue yang buanyak apa yang harus dibawa. Ada Kak Erika, yang waktu itu belum pernah bersua dan mengikhlaskan saya merawat OV card untuk saya. Ada keluarga besar saya, adik saya yang rela kopernya saya pinjem, mas Heri mbak Rina yang udah bawain jaket khusus winter dan segala ubo rampenya dari jaman urus visa dan lain-lainnya. Ciummm ciuuuum peluuuuk paling guede buat mbak na yang udah slalu support, sampe rela izin sekolah buat nganterin ngurus visa dan tentunya si ayah Queena yang slalu memberikan stok cinta kasih yang tak berbatas. Uti kakung semuaaa yang tak pernah terputus menyebutkan saya dalam doa-doa kepadaNya. dan semuaaaanya yang belum disebut disini satu persatu. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan rekans dan sodara-sodara semuaaa..(kenapa saya kok tiba-tiba merasa jadi penyanyi yang sedang rilis album dan menuliskan nama-nama teman di daftar kaset paling depan,, haiyaah). 

Yupss...rajin-rajin aja buka website, beasiswa buanyaaak teryata. Pesan saya, cintai Bahasa Inggris seperti mencintai pasangan kita, selalulah ingin lebih baik dan lebih baik. Itu pengingat saya sendiri juga. Bahwa belajar itu jangan berhenti, karena alasan apapun. Saya masih ingaat betul waktu mau berangkat shortcourse ini, kata Bapak, menuntut ilmu itu wajib, niatkan perjalananmu untuk berjihad, jihad itu tidak ada yang mudah. Dann ternyata memang tidak mudah...sangaaat tidak mudah...doa saya disana, Rabb saya kangen rumah..kangen mereka...(cen manusia itu mbingungi yaa hadeeehhh). Serukah petualangan tiga minggu di Amsterdam?? next chapter ya...see you everybodiih...Matur nuwun udah kerso pinarak di blog saya. Assalamualaikum..



Selasa, 17 Januari 2017

Hidup Pramuka!


Gadis yang berdiri di tengah diantara ketiga temannya tersebut, adalah yang namanya sering saya pinjem buat kemana mana..berasa lebih mantep, marem dan banyak hokinya.. Betapa tidak, sejak namanya saya letakkan  di bag tag kesayangannya saya,di email saya dan saya bawa buat apply sana sini, dan akhirnya emaknya bisa dapet beasiswa impian  dari Netherlands Fellowship Program,  Yup, namanya, "Queena", kami panggil dia mbak Na.

Ya cerita ini bermula saat awal kelas 4 ini. Genduk selalu membawa buku kecil nan lecek yang sangat "diuri-uri", disebutlah itu SKU. Sepertinya saya juga ingat pernah mengenal istilah itu, tapii ya karena emaknya kurang tertarik dengan pramuka maka tertulislah kisah ini. Kisah emak yang keheranan anaknya bisa pramuka holic he he he. Berapa mbak na sangat semangat melengkapi SKU. Apa saja isi SKU? Maaf bundanya queena gak ngerti-ngerti banget apa saja yang diujikan dalam melengkapi SKU, salah satunya adalah mbak na jadi lebih lebih rajin nabung (mbak na udah rajin nabung sebelumnya, uang sisa jajan dalam bentuk pecahan 1000, 2000, ditata rapih di amplop), karena di SKU ada item suruh bisa beli apa gitu pakai uang sendiri. Lucunya..mbak na sampai datang ke rumah guru dekat rumah uti di hari libur untuk menyelesaikan target SKU. Dannnn...good job..akhirnya dilantiklah jadi siaga mula! Congratulation nak...

The next step adalah menjadi tim inti untuk pesta siaga, katanya. Jujur, saya heran wabil terkejut kenapa mbak Na bisa suka banget sama pramuka. Mengingat para pendahulunya suka ngeles dan mencari 1000 alasan untuk menghindar dari semua kegiatan berbau Pramuka. Gerakan mangkir yang paling sukses adalah saat penjaringan bantara SMA, dan piala dunia 1998 berhasil menjadi penyelamat saya dari moment tersebut. Sementara penerus saya sangat berjiwa pramuka, minimal ia sangat cinta dengan Siaga Mula-nya..semoga cintamu pada pramuka berlanjut sampe besok besok ya nakk.

Minggu lalu, mbak Na dapat kabar kalau seleksi untuk pesta siaga sudah dilakukan pada saat mbak Na tidak masuk sekolah (karena sakit). Untung banyak teman-teman mbak Na yang pada ikut rempong nyariin info apakah ada seleksi susulan. Dan akhirnya ada seleksi untuk pesta siaga tahap 2. Nahhh ikutlah mbak Na dengan masih lemes-lemes gitu. Mbak Na belajar kembali rambu-rambu lalu lintas, aksoro jowo, nembang, main titian keseimbangan. As bunda prediction yang bakal jelek buat mbak Na adalah main titian keseimbangan. Yaa soal beginian mbak na emang kurang oke..semua orang punya nilai kurang dan lebihnya...tapi gak apalah..katanya kalau untuk seleksi yang lain sih bisa, apalagi soal aksoro jowo, always perfect. Secara ayahnya juga piawai soal ini. Bundanya?? angkat tangan!

Bunda selalu bilang, bahwa apapun hasilnya mbak Na mesti siap. Masuk atau tidak masuk tak boleh mengurangi semangat. Masih ada penggalang dan kesempatan lainnya. Mbak na manggut manggut tapi ya bunda tahu mbak pingin banget..tapi apapun, kita selalu harus menyiapkan banyak kemungkinan dalam hidup Nak...

Dannn....Kemarin sore (Selasa, 17 Januari 2017) saat saya pulang..dengan berseri-seri mbak na memberitahukan kabar gembira ini.."Bunda, mbak na terpilih jadi tim pesta siaga, hasil seleksinya rangking 1". Selamat ya nak...berlatihlah terus...asal jangan tanya bunda, apa itu morse, atau apalah tentang pramuka...kecuali salam pramuka...
Cintailah pramuka nak, kelak engkau akan memetik banyak manfaatnya...

Mulai hari ini, mbak na latihan untuk pesta siaga. Udah bawa kaos, topi, dan tidak lupa bunda bawain sunblock cream. Bunda sebenarnya agak keberatan sih mbak Na ikut ikut ginian, karena nanti mbak Na jadi item (soalnya dasarnya udah sawo mateng he he he). Tapi tak apalah item manis ya Nak..
Maafkeun bunda tadi pagi pake acara ancam mengancam, kalau sarapan tidak habis bunda tidak ijinkan ikut latihan pesta siaga! emakmu emang suka ngancem nak...maaf ya...
Love you always..
sukses untuk pesta siagamu Nak...

Summary:
Tidak selalu benar kata pepatah, buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya. Tapi tidak untuk urusan pramuka. Pramuka membuat kamu berbeda dengan kami nak..Hidup Pramuka!!