Akhirnya upload juga cerita ini. Setelah hampir setahun cerita ini tertimbun
di laptop, dan baru nyadar saat buka-buka email karena cari password e-fin
tahun lalu. Semoga belum usang ya..satu cerita yang tertunda ini.
Ternyata sudah satu tahun, cerita penuh romansa ini dimulai. Ya,
Januari 2016, satu dari deretan mimpi indah itu, hadir. Setelah tepatnya selama
5 hari setelah doa itu secara konstan dan to the point dipintakan. “Ya Rabb.. Saya sungguh ingin kesana, izinkanlah..berikanlah
jalan..terimalah apply saya”. Ya..doa-nya maksa banget, tapi saat itu emang
lagi nafsu tingkat dewa pingin ngerefresh otak yang kayaknya udah lama gak
diasah buat sinau. Alhamdulillahirobbil alamin..... dikabulkan secara langsung
plus bonus bonusnya yang luar biasa.
Kisah ini juga semakin membuat saya
menyadari bahwa cita-cita dan doa itu berkekuatan super. Dahsyat banget
deh..Saat kita hidup maka mari bercita-cita, bermimpilah, lalu mintakan pada
sang pembuat skenario hidup. Maka cerita impian itu suatu masa akan menjadi
nyata, sesuai dengan waktu yang terbaik sesuai ketentuanNya.
Jangan takut berdoa dan meminta.
Berharap hanya pada Allah Taala, dalam segenap hembusan nafas. Pintakan semua
hal yang ingin dipinta dengan lugas dan tanpa basa basi. Itu cara saya, banyak
banget minta-minta sama Sang pembuat skenario hidup.
Nangis guling-guling, eh nggak ding,
bener-bener guling guling pelukan sama mbak na. Horeee bunda ke
Belandaaa..keju..keju...teriak genduk sambil lari cari ayahnya. Ini anak emang
unik, ini anak tahu emaknya mau pergi malah nyanyi nyanyi dan bahagia habis.
Yup..kata saya...She is miss Positive
thingking. Keren banget deh ini anak...(anak siapa sih...#kedip kedip mata).
But really proud of you dear!.
But, ada sih yang nglokro denger berita ini. Tu cowok yang dipanggil panggil sama
mbak na. Cowok itu tiba-tiba aja udah berdiri persis didepan saya, matanya yang
tajam itu menatapku, “aku gak bisa jauhan
sama kamu sayang”. Katanya lagi, “tapi aku tahu ini mimpimu, aku merestui dan
mendukungku” #eaaaaa. Jujur membuat saya spechless dan ujug ujug apnea...” . Tapi sebenanarnya pas apply sudah selalu izin, tapi mungkin
gak nyangka saya bakal keterima kali ya hihihi. Jadi sebenarnya saya juga
jujur, takut-takut gak pede gimana gitu. Alhamdulillah, beliau selalu support saya.
Selaaaalu..tepatnya saling support-lah. Tips buat emak-emak pokoknya jangan
lupa minta izin sama suami dulu yak kalau berkeinginan apply, biar ngejalaninnya ntar berkah. Amiin.
Yup kembali ke shortcourse dan beasiswa. Shortcourse
yang saya ikuti ini diselenggarakan oleh Royal Tropic Institute/ KIT di
Amsterdam Belanda. Ada banyak pilihan shortcourse yang bisa diikuti sesuai dengan minat
masing-masing. Bisa cek di website-nya KITuntuk lihat shortcourse-nya apa aja. Shortcourse
yang saya ikuti adalah Sexual
Reproductive Health Rights including HIV AIDS. Saya tertarik banget tema
ini, makanya dari apply 2 tahun sebelumnya tidak pernah berubah pilihan. Jadi
kita apply dulu di university tempat
kita mau ambil shortcourse-nya. Saya
pilih di Royal Tropic Institute /KIT di Amsterdam Belanda. Nah nanti kalau udah
nerima LoA kita baru apply ke NFPnya.
Ntar kita dapet email jadwal seleksi NFPnya kok. Udah siap-siap aja buat
motivation letter dan lain-lainnya dalam format pdf dan jangan gede gede
ukurannya. Jadi nanti kalau pas tanggalnya tinggal upload aja.
Nah setelah itu ditunggu saja biasanya
pengumuman akan dilakukan sekitar 2 sampai 3 bulan. Kalau belum diterima??
Dunia belum berakhir disitu, jangan kapok dan jangan patah semangat untuk
mencoba lagi. Saya juga pertama kali apply
dijawab not eligible kok he2. Baru apply kedua keterima. Nah proses ditolak
tu, motlet yang udah ada dibenerin lagi, portofolionya dibuat yang lebih bagus
lagi. Ya anggap mengais kemampuan menulis dalam Bahasa Inggris gitu aja.
Saya pinter bahasa Inggris??? Itulah
gosip yang sering saya dengar tentang saya. Dalam konferensi pers ini saya
sampaikan, saya meluruskan gosip tersebut bahwa hal tersebut memanglah gosip
belaka (pasang muka serius dan betulkan letak kacamata). Yang pinter bahasa
Inggris itu bapak guru saya, yang
namanya saya pinjem dan saya cantolin di Paspor saya. Maksa banget biar
paspornya 3 kata, mau pinjem nama siapa, ya udah saya pinjem nama belakang guru
Bahasa Inggris saya waktu SMP. Namanya Pak Budi, lengkapnya Pak Budi Pranoto.
Jadilah nama saya adalah Niken Meilani Pranoto. Nama ini sudah mendunia ya
sodara-sodara, dari berbagai sertificate
international, nama itu yang dipake (siapa yang tanyaaa????? #maaaf sekilas
info hihihi). Kenapa saya minjem nama beliau? Ya...beliau keren banget urusan
Bahasa Inggris, dan beliaulah satu-satunya orang di dunia raya yang selalu
jujur ngendiko kalau saya TIDAK
PINTAR Bahasa Inggris. Saya hargai kejujuran beliau, dan semenjak saat itulah
saya selalu ingin belajar bahasa Inggris dan membuktikan pada beliau bahwa saya
bisa!! (#karo nangis guling guling...aslinya ya tetep ora pinter...njuk pie...what should i do). Beliau yang jaman
awal-awal belajar bahasa Inggris saya ditantang untuk menghafal vocab yang ada di kamus dan melaporkan
ke beliau apa artinya. Semacam setor hafalan gitulah..makanya lama-lama saya
agak mudeng bahasa Inggris. Tapi Cuma taraf agak mudeng lo yaa. But, i always keep on spirit study hard
(iki ngomong opo, mbuuuh). Dan saya pernah bilang ke beliau saya akan
membuktikan saya bisa bawa nama belakang beliau keliling dunia (amiiin). And i did it!!! #ngalem dewe.
Alhamdulillah sejauh ini Bapak kandung
saya tidak keberatan kalau saya minjem nama guru Bahasa Inggris SMP saya untuk
ditongkrongin di nama belakang saya. Tahu kenapa????? Biarlah rahasia ini hanya
terjaga antara saya dan temen-temen SMP saya saja. Ehh lupa, ada satu temen SMA
saya yang tahu ding. Iya temen SMA saya yang sekarang jadi temen sekamar saya
(#ehhhh). Temen saya yang lain tidak usah penasaran yaa. Kalau mau mencoba melakukan apply shortcourse di KIT
bisa membuka laman webnya yaitu www.kit.nl.
Nah untuk beasiswanya yang saya dapet
kemarin tu dari NFP (Netherlands
Fellowship Program). Beasiswa ini diberikan oleh Dutch Foreign Ministry. NFP setiap tahun memberikan peluang
beasiswa untuk melanjutkan studi di Belanda meliputi program Shortcourse, Master dan Doktoral. Oiyaa untuk adik-adik mahasiswa D4 Kebidanan, bisa lanjut Master-nya di KIT juga..kemarin ada 1 mahasiswa dari Indonesia.
Apa saja yang dicover oleh beasiswa NFP ini? jadi beasiswa yang ditanggung dalam shortcourse ini dalam bentuk Euro ya, waktu itu 1 Euro sekitar Rp.15.000,-. Adalah biaya pendidikan shortcourse yang senilai sekitar 1800€, tiket pulang pergi senilai 1000€ sekitar 15 juta, hotel juga kayaknya 1000€ dan asuransi. Arusansi tiket dan hotel udah dicariin dari pihak penyelenggara sana jadi kita udah gak pusing2 nyari sendiri. Selama kita disana kita dapet semacam uang saku atau biaya akomodasi selama tinggal di Belanda gitu, waktu itu dapat 357€.
Oh yaa.. pembuatan visa schengen juga gratis. Untuk tiket pesawat ke Belandanya, kita biasanya akan dikomfirm pesawatnya akan terbang dari Jakarta. Pengalaman saya, waktu itu saya email kesono saya bilang kalau bandara terdekatnya Jogja. Lalu penerbangan Jogja ke Jakarta gimana? Alhamdulillah mereka mengupayakan lagi, trus di reshedule dapat dari Jogja-Jakarta, Jakarta-Amsterdam PP connecting. Alhamdulillaaahnya lagi, dapet Garuda Indonesia yang secara hati saya merasa seperti diantar mas dan mbak saya sendiri (*tiba-tiba merasa pilot dan pramugari adalah mas dan mbak saya*#sok Pede he he he, jadinya saya merasa nyamaan dalam perjalanan jauuh itu.) Karenaa..kita gak dikasih tahu yang dapat beasiswa siapa saja, jadi ya siapkan mental untuk sendirian dijalan. Tapi yakin Allah SWT punya jutaan malaikat untuk jaga kita...next bakal saya ceritain deh...malaikat-malaikat nyata itu!! Ya rejeki nomplok lebih dari 80 juta sodara-sodara. Cuma bentuknya ilmu..insyaallah lebih bermanfaat kan...insyaallah..
Apa saja yang dicover oleh beasiswa NFP ini? jadi beasiswa yang ditanggung dalam shortcourse ini dalam bentuk Euro ya, waktu itu 1 Euro sekitar Rp.15.000,-. Adalah biaya pendidikan shortcourse yang senilai sekitar 1800€, tiket pulang pergi senilai 1000€ sekitar 15 juta, hotel juga kayaknya 1000€ dan asuransi. Arusansi tiket dan hotel udah dicariin dari pihak penyelenggara sana jadi kita udah gak pusing2 nyari sendiri. Selama kita disana kita dapet semacam uang saku atau biaya akomodasi selama tinggal di Belanda gitu, waktu itu dapat 357€.
Oh yaa.. pembuatan visa schengen juga gratis. Untuk tiket pesawat ke Belandanya, kita biasanya akan dikomfirm pesawatnya akan terbang dari Jakarta. Pengalaman saya, waktu itu saya email kesono saya bilang kalau bandara terdekatnya Jogja. Lalu penerbangan Jogja ke Jakarta gimana? Alhamdulillah mereka mengupayakan lagi, trus di reshedule dapat dari Jogja-Jakarta, Jakarta-Amsterdam PP connecting. Alhamdulillaaahnya lagi, dapet Garuda Indonesia yang secara hati saya merasa seperti diantar mas dan mbak saya sendiri (*tiba-tiba merasa pilot dan pramugari adalah mas dan mbak saya*#sok Pede he he he, jadinya saya merasa nyamaan dalam perjalanan jauuh itu.) Karenaa..kita gak dikasih tahu yang dapat beasiswa siapa saja, jadi ya siapkan mental untuk sendirian dijalan. Tapi yakin Allah SWT punya jutaan malaikat untuk jaga kita...next bakal saya ceritain deh...malaikat-malaikat nyata itu!! Ya rejeki nomplok lebih dari 80 juta sodara-sodara. Cuma bentuknya ilmu..insyaallah lebih bermanfaat kan...insyaallah..
Notes: kalau
ada yang mau dikonfirmasi langsung email aja ke Belanda sono, budaya males ditanya
itu gak bakalan ada, mereka welcome bingittttsss..Jangan takut tanya dan jangan
takut ngomong/berkomunikasi. Itu sih kayaknya yang menjadi ilmu bangets buat
saya. Mereka sangat menghargai pendapat orang lain...
Ada nomboknya tidak? Ya mestinya ada, untuk
ngurus visa kita butuh dua kali ke Jakarta, saya waktu itu naik citilink turun
halim lalu naik transjakarta, malah pas ambil visa sekalian ajak mbak na,
berangkat penerbangan pagi jam 9, pulang penerbangan paling sore (19.30), itu
aja udh bisa mampir ke monas, ke PGC he2.
Apa saja yang harus disiapkan?? Sebelum berangkat ke Belanda, butuh
persiapan rice cooker (yang mini itu aja), beras (2 kg lebih dari cukuup) dan
makanan yang cocok sama lidah kita, secara disana makanan cukup mahal. Jadi
untuk pengiritan bawa aja bekal makanan yang cukup selama stay disana. Kering
tempe, abon, telur asin, mie instant, sarden, bawang merah putih lombok buat
masak sendiri. Kalau habis bisa kita beli supermarket namanya albert heijn yang
persis di depan hotel, atau pasar deket kampus, tapi ya itu buncis 1 iket 1€,
berasaa banget sekali belanja sayuran dan telur 20€ (300 rebu oii). Notes: bawaaan segambreng ini kalau lidah kita gak bisa makan macem2 dan kantong alias sangunya tipis (seperti saya). Kalauuu sangunya banyak dan lidah oke2 aja buat maem apa aja yang abaikan bawaan segambreng tadi. banyak makanan halal yang bisa kita dapetin disana kok.
So, untuk pegangan slama disana ya kita perlu bawa sangu lah. Waktu itu saya bawa sekitar 500€ (7,5 juta). Uang itu cukuplah buat jalan jalan dan beli beli oleh oleh untuk keluarga tercinta. Untuk komunikasi bisa beli kartu perdana namanya LEBARA, bisa beli pas kita datang di Asmterdam Schipol. Itu untuk kebutuhan internet di jalan aja, karena di hotel sama kampus wifi kereeeeen...mau download jurnal sampe hoek2 aja bisaa...pesta pora bawa pulang jurnaal deh...
Untuk transpot lokal, ada banyak macemnya. Ada trem, metro dan kita bisa bayar di trem atau stasiun metro dengan uang cash, tapi bisa juga beli OV card yang bisa kita isi ulang. Alhamdulillah saya dapat warisan OV card dari ibu peri...alhamdulillah rejeki anak sholih he he he. Jadi uang sangu sebenarnya bukan nombok ya namanya..ya anggep apa modal gitu yaa..
So, untuk pegangan slama disana ya kita perlu bawa sangu lah. Waktu itu saya bawa sekitar 500€ (7,5 juta). Uang itu cukuplah buat jalan jalan dan beli beli oleh oleh untuk keluarga tercinta. Untuk komunikasi bisa beli kartu perdana namanya LEBARA, bisa beli pas kita datang di Asmterdam Schipol. Itu untuk kebutuhan internet di jalan aja, karena di hotel sama kampus wifi kereeeeen...mau download jurnal sampe hoek2 aja bisaa...pesta pora bawa pulang jurnaal deh...
Untuk transpot lokal, ada banyak macemnya. Ada trem, metro dan kita bisa bayar di trem atau stasiun metro dengan uang cash, tapi bisa juga beli OV card yang bisa kita isi ulang. Alhamdulillah saya dapat warisan OV card dari ibu peri...alhamdulillah rejeki anak sholih he he he. Jadi uang sangu sebenarnya bukan nombok ya namanya..ya anggep apa modal gitu yaa..
Dalam tulisan ini saya mau mengucapkan
terima kasih yang tak terhingga kepada rekans yang berkenan sudah berbagi ilmu,
memberi saya banyak masukan hingga memberikan support yang luarr biasa. Ada bu
Nanik yang sudah rela hati “dimarahi” saat saya membolos ditengah gladi
akreditasi dan posisi saya adalah MC, soalnya detik-detik itu pas jadwal foto perpanjangan
paspor. Ada bu Hesty teman sekantor saya yang dari jaman ngurus visa udah banyak
ngasih ilmu-ilmunya, minjemin jaket mas ipung pula. Ada mbak Ayi yang meski
belum pernah bersua tetapi udah ngasih clue
yang buanyak apa yang harus dibawa. Ada Kak Erika, yang waktu itu belum pernah
bersua dan mengikhlaskan saya merawat OV card untuk saya. Ada keluarga besar
saya, adik saya yang rela kopernya saya pinjem, mas Heri mbak Rina yang udah
bawain jaket khusus winter dan segala ubo rampenya dari jaman urus visa dan lain-lainnya. Ciummm ciuuuum peluuuuk paling guede buat mbak na yang udah slalu support, sampe rela izin sekolah buat nganterin ngurus visa dan tentunya si ayah Queena yang slalu memberikan stok cinta kasih yang tak berbatas. Uti kakung semuaaa yang tak pernah terputus menyebutkan saya dalam doa-doa kepadaNya. dan semuaaaanya yang belum disebut disini satu persatu. Semoga Allah SWT membalas
semua kebaikan rekans dan sodara-sodara semuaaa..(kenapa saya kok tiba-tiba
merasa jadi penyanyi yang sedang rilis album dan menuliskan nama-nama teman di
daftar kaset paling depan,, haiyaah).
Yupss...rajin-rajin aja buka website,
beasiswa buanyaaak teryata. Pesan saya, cintai Bahasa Inggris seperti mencintai
pasangan kita, selalulah ingin lebih baik dan lebih baik. Itu pengingat saya
sendiri juga. Bahwa belajar itu jangan berhenti, karena alasan apapun. Saya
masih ingaat betul waktu mau berangkat shortcourse
ini, kata Bapak, menuntut ilmu itu wajib, niatkan perjalananmu untuk berjihad,
jihad itu tidak ada yang mudah. Dann ternyata memang tidak mudah...sangaaat
tidak mudah...doa saya disana, Rabb saya kangen rumah..kangen mereka...(cen
manusia itu mbingungi yaa hadeeehhh). Serukah petualangan tiga minggu di Amsterdam??
next chapter ya...see you everybodiih...Matur nuwun udah kerso pinarak di blog
saya. Assalamualaikum..
