Jumat, 22 Februari 2019

UMROH, MAMPUKAH SAYA?? (tips Umroh dengan budget minimalis)



Foto ini saya ambil di perempatan Demak Ijo
pas ada iklan :)
(maaf ya mas, nomer 3,
cuma keliatan separo hihihi)
Assalamualaikum, kangeeen sama blog ini… Udah lamaa sekali gak nulis. Dikala yang lain udah beralih ke vlog, saya tetep balik kesini aja. Karena saya orangnya gitu, setia (uhukk). Semoga tulisan ini bisa memberi manfaat, amiiin. Dan menulis adalah hiburan dari segala kehectic-an tugas-tugas yang tak kunjung menepi…dan bingung mau mana yang dikerjakan duluan, maka menulis adalah obat yang jitu.

Yak..gaess he he..pingin nulis sedikit cerita tentang persiapan-persiapan umroh lahir dan batin. Ada cukup banyak  teman-teman yang bertanya tentang perjalanan umroh kami sekeluarga Oktober 2018 lalu. Banyak yang bertanya tentang bironya, tournya, tentang hotelnya. 

Nah, makanya merasa perlu lah menulis ini, selain untuk menjawab beberapa pertanyaan teman-teman yang belum terjawab dan juga sedikit membagikan atau lebih tepatnya menceritakan motivasi diri dan keluarga yang akhirnya Allah SWT mampukan kami sekeluarga sampai kesana. Allah SWT yang memampukan, notes.

Beberapa waktu yang lamaaa..saya dan mas cogan (cowok terganteng serumah) sering ngobrolin tentang ini…ketika rasa itu muncul, pingiiiin banget dan ngerasa emang emang sudah saatnya, memang harus berangkat, sebagai bentuk “kesyukuran”. Kenapa? Ya ngerasa Allah SWT udah ngasih banyak banget nikmat, sehat, dan banyak karunia-karunia yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata…Tapi sering kami pikirkan, rasakan, gimana ya caranya? Mampukah kami??

Nah itu juga sering jadi bahan obrolan sama teman2, ah kami cuma PNS aka ASN yang gajinya seluruh NKRI juga tahu berapa, bisa di googling juga. Belum punya juga usaha sampingan, belum lagi banyak kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi, belum lagi anak mau masuk sekolah dsb..dsb..Lalu pertanyaanya haduuuh kapan ya saya bisa umroh?? Mungkin banyak juga temen-temen yang kayak kami, pingiiiin banget tapi…tapii…dan tapi…

Dari pengalaman kami, makanya pingin nulis ini siapa tahu ada yang bisa mengambil manfaat. Menurut saya pribadi yaa…Keinginan untuk datang ke baitullah adalah sebuah panggilan jiwa, ketika rasa itu ada sebenarnya itu sudah sinyal, alarm yang perlu kita dengarkan. Yakin saja, pede saja bahwa Allah SWT telah memanggil kita lewat getaran-getaran hati.. Ya, setidaknya kita tahu bahwa umroh merupakah ibadah sunah muakad yang diwajibkan, ya sunah wajib gitu ya sekali seumur hidup (maaf kalau salah saya mengambil istilah)… Lalu beberapa orang memiliki anggapan bahwa hanya orang-orang yang “mampu” saja yang memiliki “sunah” itu.. Sehingga perlunya saya sedikit cerita bahwa menjadi “mampu” versi saya dan pengalaman saya, syukur-syukur bisa memberi manfaat..

Lalu,  Apakah kita termasuk golongan orang yang mampu? Pernah membaca dari tulisan motivasi, bahwa yang “Allah  SWT lah yang akan memampukan orang-orang yang memang dengan benar-benar ingin berkunjung kerumahNya, yang ingin Berdekatan dengan kekasih Allah SWT baginda Rasululloh. Maka Allah-lah yang akan memampukan kita”. Definisi operasional variabel “memampukan itu seperti apa?”. Atau tetiba dapat undian umroh, yaa itu juga bisa. Atau dapet voucher? Itu juga bisa. Nah saya terlalu sering ngarep dapat begituan. Mungin banyak temannya ya hihihi.

Tapi kalau untuk yang kami rasakan dan lakukan adalah, meletakkan bahwa prioritas utama adalah menabung untuk Umroh, Udah titik.  (eh first priority tetap daftar porsi haji dulu yaa..karena antriannya yang semakin masyaallah). Jadi kita coba kalau memang gak penting, alias masih bisa dipake ya tidak ada hp baru, sepatu, tas (ndak ikut NL dulu hihihi), ndak ada ngecat rumah, ndak ada bebelian kursi lemari atau bebelian yang lain, maka disaat itu kita merasa sudah cukup apa yang kita miliki.  Belum punya kasur 2? biarin. Ruang tamu masih sempit? Biarin. Lemari baju mbak na kekecilan?biarin. Cukuplah setahun menyetop agenda-agenda belanja ndak penting.

Definisi Allah memampukan menurut kesimpulan kami adalah, bagaimana kita merasa cukup dengan apa yang sudah ada, lalu fokus untuk nabung umroh. Sekali lagi pasang baju sendiri yaa, jangan ngukur baju orang lain, kami pasangan PNS mau ngumpulin untuk umroh bertiga itu butuh effort yang luar biasa. Segitunya ya PNS?? iyaaa…apalagi yang merangkak dari staf biasa seperti kami berdua, memulai bersama bergandeng tangan membeli rumah, beli kendaraan yang jaman baheula belum ada remunerasi, sertifikasi, judulnya udah biasa prihatin. begitulah PNS. So, yang mau jadi PNS pikir2 2,3,4,5 kali deh he he. Apalagi nanti kalau nikah dilamar sesama PNS, udah bener2 siap prihatin. Merangkak memulai semua dari 0. Siapkah prihatin?.#wela back to topic, motivasi umroh kok jadi motivasi memilih pasangan hidup. Whahaahhhh.

Insyaallah asal semua kompak, insyaallah bisa terkumpul sesuai dengan target dan planning. Dan ini butuh waktu ya…pokoknya sabar sabar dan sabaar…Pas kayak gitu godaannya juga banyak, eh ndilalah banyak diskon gorden-gorden cantik, ehhh ada apalah apalah…pokoknya tabahkan hati he he.

Nah tinggal selanjutnya adalah memilih memilah biro perjalanan yang sesuai dengan visi misi keluarga dan tentunya budget. Kembali lagi, kuncinya sadar diri, ngukur kemampuan sendiri dan tahu diri  dan ndak usah gampang baper…wakakakka… Kenapa?? Ya sodara-sodara biro perjalanan itu banyaaakkk…mereka menawarkan harga beragam…kalau ndak salah ada sekitar 4-5 biro yang berijin resmi Kemenag di Yogyakarta yang saya hubungi untuk liat-liat programnya…itu sudah kami lakukan T-1 alias 1 tahun sebelumnya.

Yang pertama, jelas pilih yang resmi berijin Kemenag, karena apa??ya jelas safety first lah. Syukur-syukur kalau sudah ada keluarga yang pernah pake biro itu yang bisa cerita owh memang mereka handling dengan baik, that’s better.  

Yang kedua, sesuaikan dengan budget kita. Nah ini kita musti kuat jiwa raga telinga mata dan lain-lain…karenaaaa akan banyak hal-hal yang menguji kadar ke fight an kita,  yang kalau kitanya baper kita jadinya nanti nilai ibadahnya hanya gegara gengsi kan jadi gak sip ye kan…harus nunggu dulu punya 28 juta atau 30 juta hanya karena kemakan omongan orang. Rentang harga 2-3 juta akan kerasa banget kalau yang berangkat sekeluarga, bertiga atau lebih. Mungkin temen-temen pernah atau bahkan sering ngeliat iklan kayak gini di wall FB atau IG ..

“Mau ke Baitullah, kerumah Allah kok pake yang murah-murah”
“Berikan yang terbaik untuk Allah STW, karena Allah SWT akan menggantinya lebih banyak lagi”

Woles aja tsayyy. Kita ngumpulin uang seberapa kemampuan kita, itu udah luar biasa. Allah SWT maha tahu kan…Yang iklan kek gitu malah yang gak baik ye kan..bikin panas hati orang yang niatnya ibadah tapi uangnya pas-pasan he he he..tapi sekali lagi kuatkan hati, teguhkan niat he he..

Kembali soal pilih biro, kalau uang kita masih dibawah 25 juta ya gak usahlah datengin biro yang nawarin harga lebih dari itu. Pediiih…Kita Bandingin aja biro yang jual produk dengan harga setara, kita lihat plus and minusnya. Yang musti kita pastiin adalah Jadwal keberangkatan, hotel, pesawat, ustadz pendampingnya. Ya ini yang harus kita sesuaikan dengan visi misi keluarga. Di Jogja ada beberapa tour yang pada bulan Oktober kemarin menawarkan harga seimbang sekitar 21,5 juta-23,5 juta full lengkap dengan handling bagasi dengan paket kamar ber-4. Kalau mau upgrade sekamar ber-tiga seperti kami biasanya harus menambah @1 juta. Harga ini biasanya naik sekitar 2-3 juta pada saat liburan sekolah sekitar bulan Desember. 

Tournya apa aja yang menyediakan harga segitu di Jogja, ada beberapa yang saya udah coba Tanya-tanya ada Permata Umat, Nabawi Mulia Tour dan Zhafirah. Beberapa orang yang udah pake biro tersebut katanya oke punya. Kalau dari Jakarta dengan biaya segitu sudah mendapat fasilitas lebih oke, tapi karena kita start dari Jogja memang harga segitu sudah yang paling ekonomis.

Soal pesawat, dengan budget dibawah 25 juta dari Jogja jangan berharap kita akan naik Garuda atau sejenisnya. Kita akan bersiap dengan pesawat Singa atau pesawat ijo adiknya GA atau kalau bironya dapet promo ya bejo dapat maskapainya punya raja Arab. Niatnya kan mau ibadah ya, jadi harus kuat hati untuk  menjawab beberapa jenis pertanyaan berikut:

Pesawatnya apa??Hah, sampe Arab naik itu..apa gak capek??
Pesawatnya apa?? Ndak takut naik itu??
Pesawatnya apa?? Oh ada to pesawat itu sampe sana??

Sekali lagi keep calm saja, teguhkan niat....gak usah dijawab, disenyumin aja…Untuk pesawat ya, tips dari saya number one adalah memang harus pilih safety first dan yang nyaman di hati. Biasanya biro punya beberapa pilihan paket umroh sudah langsung keliatan paket pesawatya. Misalnya nih kalau dari Jogja biasanya ditawarkan Solo-Madinah by maskapai Lion. Atau by citilink Jogja-Jakarta-Jedah, atau by silk dan jogja-singapur biasanya pakai Air asia. 

Jujur sebenarnya awalnya kami prefer yang transit KL atau singapur, lalu kita extend disana semalam begitu..tapi karena ini pengalaman pertama kali buat kami dengan long family trip, maka rencana itu kami skip dulu. Ya, kami pilih yang connecting dari Jogja pulang Jogja lagi. Dari beberapa pilihan penerbangan itu bisa ditimbang-timbang yang nyaman buat kita sekeluarga. Kalau kami, sekali lagi pertimbangan kami, kalau mau landing madinah prefer pesawat yang besar dan oke, semacam GA, atau Saudi. 

Jadi pilihan Solo Madinah by selain itu kami eksklude. Gak masuk pilihan. Kenapa??Dari beberapa penelusuran pengalaman, rute madinah ada daerah dimana gitu goyangannya terasa banget, jadi kalau pesawat besar it doesn’t matter, tapi kalau pesawat kecil, menurut kami bakal kurang nyaman.  Sekali lagi ini pertimbangan kami sekeluarga saja sih, dan kami juga belum pernah membuktikan, jadi masih hanya dengerin info sana sini aja...Tapi, kalau landing Jedah juga butuh 5 jam perjalanan darat menuju madinah, itupun kami juga pertimbangkan. Tapi dari beberapa pengalaman para senior, perjalanan jedah madinah itu sangaaat nyaman, jalan besar, gak macet, dan banyak unta di sepanjang jalan, dan ini selain beribadah juga family trip kami, yang jelas mbak queena bakal suka. So, kemarin kita putuskan pilih yang landing jedah.   

Untuk pesawat kelas ekonomi ini, sekali lagi…kita musti pilih yang paling bikin hati kita nyaman. Kalau kita gak nyaman bakal bikin trip gak asyik kan. Kalau soal makanan, capek, hiburannya apa…menurut saya sih gak beda-beda banget. Sebagai contoh, saya pernah naik pesawat 14 jam direct flight dengan maskapai keren, kelas Ekonomi. Man teman, di kelas ekonomi mau pake maskapai apa aja, sama ajaah..kecuali di upgrade ke bisnis laah beda cerita. Don’t worry be happy everybody, namanya naik Ekonomi ya kakinya tetep mentok didepannya gak bisa selonjoran kayak di bisnis. 

Soal makanan?? Perjalanan malam biasanya lebih enak buat tidur, mau dikasih maem kayak apa saja kalau saya mending buat tidur. Soal hiburan, tipi didepan kursi, ya sekali lagi kalau saya enak buat tidur sih kalau perjalanan panjang, kalau capek tidur, ya nyender sama cogan disebelah kan..ngobrol manjaah gitu…Masyaallah enaknya…

Untuk pesawat, tips kami yang penting nyaman di hati itu aja dan kita sesuaikan dengan family trip kita. Jadi kemarin pilihan kami adalah connecting flight Jogja-Jakarta-Jedah, dan sebaliknya untuk pulang, by citilink. Alhamdulillah nyaman, softlanding, makan 2x, bisa bikin mie, sekoteng, dll (bawaan dari rumah xixixi), crew caring banget, cantik, ganteng he he). Meskipun the next kami pingin mencoba pesawat besar dengan meeting point KL atau singapura, ini sudah mulai kita searching-searching dari sekarang, meskipun entah kapan nanti Allah SWT izinkan kami kesana lagi, tapi rindu baitullah itu ternyata berat, huhuhuh

Soal hotel. Biasanya pada ditanya gini, hotelnya jaraknya berapa? Di madinah di gate berapa? Deket gate 25 nggak? Di Mekkah di bawah Zam-zam tower atau bukan?? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu kita anggap angin lalu dan butiran debu ajah. Yang mesti kita ingat, kita kesana buat ke MASJID. Bukan ke HOTEL. Dan bahkan setiap langkah ke masjid juga bernilai ibadah kan. Biar kuat hati, niat kita beribadah. Ini nampaknya jawaban ngeles…ya iyalah..sekali lagi pasang baju sendiri, ukur kemampuan sendiri…

Kalau di Madinah di masjid Nabawi kenapa Gate 25 jadi primadona karena Taman Syurganya Allah/Rawdah dengan pintu masuk di  gate 25 untuk akhwat dan gate 24 untuk ikhwan. Jadi disana itu padeeeet sekali, yang ke masjid nabawi siapa yang tidak suka berlama-lama di Rawda, pasti semua pingin. Tapi, itu juga dibukanya jam-jam tertentu. Dannn..jarak dari gate 1 ke gate yang lain itu gak jauh, jadi missal kita di gate 15 pun itu masih sangat terjangkau. Jadi kalaupun dari hotel kalian itu nembusnya di gate 15 an itu malah nyaman banget buat sholat  waktu, gak rame banget. Kecuali di gate 5 atau 6 lha kalau itu perlu lah dipertimbangkan, karena mau ke rawda lumayan gemrobyos itu. 

Dan fyi, hotel di madinah itu semua deket sama hotel nabawi. Serius..paling jauh Cuma 100 meteran, keluar hotel udah keliatan plataran masjidnya kok. Cuma beda di pintu/gate masuknya aja. Dan hotelnya, dengan standar bintang 3 saja udah bersiiiih, baguuus banget, kamarnya queena malah full bath up full servis makanan yang berlimpah ruah. Jadi kalau menurut saya di Madinah mau fasilitas bintang 3 juga udah okeee banget.

Sedikit perbedaan ketika kita sampai Arab, ya..hotel bintang 3 biasanya berlokasi sedikit lebih jauh, bisa 2 kali lipat dari Madinah, ya sekitar 300-400 meter dari plataran masjidil haram, dan teksturnya memang naik-naik. Ya tekstur tanah Arab memang bebatuan begitu. Kalau budgetnya dibawah 25 juta, lewat hotel di zam-zam tower ya dadah dadah aja, atau kalau kepo ya sesekali masuklah, beli roti seven di Bin Dawood, biar gak penasaran lagi isi zam zam tower itu kayak apa he he. Kalau ada yang komen, jauuh ndak hotelnya, di zam zam tower? Percayalah itu bukan pertanyaan, tapi sebuah kejulidan semata, so ndak usah dijawab. Tapi orang-orang yang baik gak bakal nanya kayak gitu kok. 

Sangat perlu memastikan hotel juga, karena dengan low cost takutnya hotelnya too far. Kalau terlalu jauh ya musti kita pertimbangkan. Jadi menurut pengalaman kami, kalau di madinah berjarak 100-200 meter dan di masjidil haram berjarak 400 meter itu masih logis, kalau lebih dari itu ndak deh..karena gak mampu lagi dijangkau dengan jalan kaki. Kami kemarin merasa jalan kaki kami gak terlalu jauh, meskipun kita arrange sebelum wkatu sholat udah harus jalan dari hotel, santaiii, asyik lah jalan-jalan ramai-ramai bertiga, sambil ngobrol, lirik-lirik jualan es krim dan juga sambil menikmati pemandangan sepanjang perjalanan yang masyaaallah indahnya. Kalau ibadah haji memang nanti katanya lebih jauh tapi biasanya ada bis untuk mengangkut jamaah.

Jadi kalau soal hotel, tips kami pastikan di madinah ya gatenya sekitar 16-25 itu masih terjangkau. Kalau di Mekkah, asal tidak lebih dari 500 meter masih sangat terjangkau.

Nah meskipun umrah dengan budget minimalis, tetapi ada banyak juga biro yang tetap memberi ustadz pendamping yang memang paham dan berpengalaman... Ya, kita mesti Tanya juga siapa nanti ustadz pembimbingnya, yang kalau bisa sesuai dengan visi misi keluarga kita, syukur-syukur kalau kita kenal, setidaknya bisa di googling dulu lah beliau itu seperti apa. Karena apa?? Pengalaman kami yang minim ilmu ini, momen umroh sekalian sebagai perjalanan menuntut ilmu, diskusi khususnya permasalahan tentang sunah-sunah umroh dan ibadah-ibadah yang lain.

Misalnya bagaimana adab ketika di rawda?apakah harus mencium hajar Aswad, bagaimana hukumnya? Kalau haid bagaimana? Bolehkah mengambil umroh 2x selama 1 kali safar?

Nah, Alhamdulillah kami mendapat ustadz pembimbingnya adalah Ustadz Ulin Nuha, beliau hafidz yang juga lulusan Madinah yang sudah berkali-kali mendampingi jamaah. Jadi Alhamdulillah ilmu beliau luar biasa, banyak hal-hal yang bisa kami diskusikan dengan beliau. Sedikit berbagi apa yang beliau sampaikan kepada kami ya…semoga bermanfaat..
Ketika di Rawda, dalam beribadah janganlah sampai melakukan Dzalim kepada sesama muslim. Bersabar dan bersabar. Berdoa menghadap kiblat, meskipun di sebelah adalah makamnya Baginda Rasululloh, berdoa tetaplah menghadap kiblat.

Sama halnya dengan mencium hajar aswad, prinsipnya beribadah jangan sampai berbuat Dzalim, ketika bisa tanpa Dzalim Alhamdulillah, tetapi apabila berisiko melakukan kedzoliman kepada sesama muslim sebaiknya tidak. Bisa melaksanakan ibadah sunah yang lain.

Bagaimana seandainya tetiba disana mendapat haid?? (jujur itu yang menjadi salah satu beban yang kami pikirkan, hanya bisa berdoa pada Allah SWT yang maha mengatur jadwal haid he he pasrah), dan juga pertanyaan kami tentang melaksanakan lebih dari 1 kali umroh dalam 1 perjalanan.

Beliau menjelaskan dengan sangat detil. Beliau menceritakan kisahnya Aisyah RA yang berumrah namun beliau saat itu tepat berhalangan, maka Aisyah RA tertinggal dari yang lain dan baru melaksanakan rangkaian umrah ketika telah selesai dari haid. Waktu itu Rasululloh SAW meminta sesorang dari rombongan yang telah berumroh ini untuk menemani Aisyah RA untuk berumroh dimulai dari mengambil miqat/niat dan menemani hingga akhir, tetapi sahabat ini tidak ikut mengambil miqat dan hanya menemani Aisyah RA. Bagaimana jika sampai akhir haid tidak berhenti, maka hukumnya adalah darurat, tidak mengapa sebelum pulang menyelesaikan perjalanan Umrahnya.

Rosululloh SAW selalu melaksanakan umrah 1 kali setiap perjalanan beliau, begitu kata ustadz kami. Lebih utama 1 kali berumrah dalam 1 kali safar seperti yang dicontohkan Rosululloh SAW.  Lebih utama melaksanakan thawaf sunnah. Ini sedikit penjelasan penjelasan beliau. Beliau juga menjelaskan tentang jejak-jejak ibadah haji, yang insyaallah sangat bermanfaat ketika Allah SWT izinkan kami untuk menunaikannya suatu saat nanti, amiin. (Jika synopsis penjelasan ustadz kami tidak sepenuhnya tepat, itu sungguh karena keterbatasan saya menangkap cerita beliau…).

Menurut saya, betapa pentingnya ustadz pendamping betul-betul memahami ilmunya agar kita lebih nyaman. Disana juga ada muthawif yang juga akan melengkapi ilmu-ilmu kami yang masih sangat dangkal.

Jadi kemarin kami menggunakan Tour Permata Umat, yang kebetulan bekerja sama dengan PDM Magelang dan kebetulan Kakung dan Uti mbak na sudah pernah menggunakan biro tersebut. Daaan…Alhamdulillah mbak queena mendapat rejeki anak sholikhah, ceritanya uti mendapat voucher diskon 50% dari permata umat saat silaturahim akbar alumni umrah permata umat. Dan diberikan kepada mbak queena (matur nuwun sanget uti).. percaya kan, Allah SWT yang akan memampukan keberangkatan kita???

Yang perlu kita siapkan lagi adalah biaya pengurusan paspor (sekitar 350 ribu per orang), imunisasi vaksin meningitis (sekitar 300an ribu per orang), dan belanja keperluan misalnya gamis, jilbab dan persiapan lain serta uang saku selama disana.

Pada prinsipnya, umroh dengan budget minimalis, dari persiapan, pelaksanaan harus semua memahami dan saling bahu membahu. Kompak mengencangkan ikat pinggang, semua serumah. Dan ada 1 bendahara eh bundahara yang harus super kejam menjaga pintu-pintu ATM whahahah. Sekali lagi, perjalanan dengan budget minimalis harus kompak.

Selain persiapan keuangan, persiapan mental dan midset harus juga dibentuk dari awal. Jangan ngarep dengan bayar dibawah 25juta kita mindset kita ala ala first class. Alhamdulillah, kebetulan keluarga kami sudah terbiasa backpackeran kemana-kemana, kami setting dari mbak na kecil dia pergi-pergi sudah handling tas sendiri, jadi dia anak mandiri untuk urusan packing2 dan anaknya ndak manja, ndak pernah nuntut harus ini harus itu. Bahkan karena ini perjalanan kelompok besar, harus bagaimana antri, apalagi sama simbah-simbah sepuh, mbak na sangat enjoy, gak canggung mbawain tasnya simbah-simbah pas mau naik escalator. Mindset it the most!

The next chapter, akan saya ceritakan serunya Umrah dan family trip kami… Sebagai gambaran yang akan mengajak umrah para kiddosnya apalagi yang anaknya super kepo seperti mbak queena, yang rasanya ndak cukup waktu 10 hari PP untuk eksplore madinah al munawarah dan makkah al mukaromah. Semoga ada kesempatan lagi kita untuk kesana ya temans…amiiin amiin ya Robbal alamiin… Kedepan, Bismillah, semoga Allah mudahkan, kami masih punya mimpi, ingin mencoba umrah dengan meng-arrange semua sendiri, karena kami memang seneng family trip dengan hemat dan mandiri. (ha ha ha bilang aja duitnya mepet). Kalau mimpi ini come true, insyaallah besok juga ada tips and trik umroh mandiri he he...

Kerinduan itu mahal, dan kadang saking rindunya, jadi kurang pinter pilih-pilih...ada yang membayar mahal padahal fasilitasnya sama, atau justru dapet murah banget tapi abal2 dan na'udzubillah malah akhirnya ditipu..aduh jangan sampai ya...

Yang sudah pingin tapi uang  belum bisa ngumpul-ngumpul dan merasaa masih ada aja kebutuhan-kebutuhan yang musti dipenuhi, monggo bisa dicoba tips kami. Semoga Allah SWT mudahkan semuanya Semoga tulisan ini bermanfaat..

Next chapter: Tips and trip Umroh sama kiddos (insyaallah)..
tunggu ya..
*apakah tulisan ini mengandung unsur promo biro perjalanan umroh, BIG NO. Monggo silahkan memilih dan memilah ya. Saya bukan agen biro perjalanan dan insyaallah saya lebih seneng bagi info-info kayak gini aja :)

Wassalamualaikum…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar