Cerita pertama, “ibu” yang memberikanku
ijazah SMP juga telah melengkapi bekal tak tertulis apa itu kesederhanaan,
kesungguhan dan keceriaan dalam menghadapi babak-babak hidup...terima kasih tak
terhingga untuk almamaterku tercinta itu, SMP Muhammadiyah Tanjung :)
Pelajaran berharga lainnya adalah keteguhan
Bapak dan Ibu untuk “menyingkirkan” semua pendapat orang, yang kebanyakan
mengatakan “eman-eman” menyekolahkanku disana. Keteguhan Bapak dan Ibu
memberikanku gambaran bahwa dalam setiap pilihan dalam perlajanan hidup bisa
saja akan menimbulkan pro dan kontra. Tergantung niatan apa yang ada di dalam
hati, dan Allah SWT maha tahu, maha melihat isi hati. Niatan baik pasti dibayar
lunas juga dengan kebaikan-kebaikan dariNya, Insha Allah...
The next story,
Kusampaikan kepada Bapak dan Ibu, aku ingin
mencoba melanjutkan ke sekolah yang menurut penilaian buanyak orang adalah
sekolah yang sangat baik. Bahkan menurut cerita Om, sekolah tersebut pada tahun
80-an pernah menjadi sekolah dengan nilai terpelit, he he he ga tahu juga buat
apa predikat tersebut.
Singkat cerita, akhirnya aku menemukan
kelanjutan “ibu” dalam babak baru kehidupanku, menjadi remaja SMA. Disini
berjilbab menjadi pilihan, bukan kewajiban yang akhirnya menjadi kebiasaan. (*pesan moral baru, banyak pilihan dalam
hidup ini*). Tapi, alhamdulillah aku sudah merasa tidak nyaman tanpa
jilbab. Hari berganti hari, “masih” merasa seperti terombang ambing di lautan
lepas tanpa tahu arah yang jelas (opo iki maksude), he he...maksudnya menjadi
sebatang kara, seorang diri dari sekian ratus anak-anak “hebat” yang berada di
sekolah ini aku merasa kecil...sangat kecil...karena bisa dikatakan semua baru
disini, kecuali satu atau dua orang teman yang dahulu pernah bersama waktu
seleksi SMA TN. Kadang aku menangis sendiri menunggu jam pulang, ketika
bulan-bulan pertama aku disana. Untung aku punya hobi korespondensi yang cukup
bisa membuatku merasa memiliki banyak teman. Salah satunya dialah Tyas Utami
Dibyantari, teman baikku ini adalah dua sejoli denganku saat tes terakhir di
SMA TN di Semarang. Ia masih setia dan dengan baiknya mengirimiku surat dan
menceritakannya apa saja yang ia lakukan di SMA TN. (entah masih ingatkah ia
atau tidak). Terima kasih sobat, kehadiranmu lewat surat-suratmu itu sangat
membantu aku dalam kesepianku kala itu!! Ya, cerita terasa lebih sadis lagi di
sekolahku ini, ketika pembagian raport catur wulan 1, whatttt? Tertulis disana,
rangking 3?????
Merah padam, malu, ini adalah pengalaman
pertama tertulis angka sebesar itu menghiasi raportku. Sebelum-belumnya tak
pernah ada, hanya satu kali, saat pengumuman EBTANAS SMP, ya seperti cerita
yang lalu...namaku bukan diurutan pertama!! Kholid Anwar, temanku yang satu itu,
dialah wakil ku saat aku menjadi Ketua OSIS, ya dialah yang telah berhasil
dengan telak mengalahkanku...nilainya xx,63 dan diriku....berapa
coba...xx,60????hanya selisih 0,03!! Ya itulah kemenangan sejatimu kawan, dan
kali ini, disini kuakui dengan sepenuh hati...kau memang telah bisa
mengalahkanku!! Sempurna sudah kekalahanku atas dirimu, ya kamu tak hanya
mengalahkan nilaiku, juga MENGALAHKAN HATIKU!! Eits...prittttt...pritttt.....case closed!!!(cerita cinta dilarang
diungkap disini, ada part lain :D)
Pesan yang kuterima selanjutnya, di sekolah
ini aku tahu apa itu “kompetisi”, bagaimana harus “keep on fight” (opo meneh iki), ya maksude disini membuka mataku
selebar-lebarnya, teman-temanku disini, semua anak-anak yang dahsyat, dan aku
harus lebih tangguh lagi belajar!! (*pesan
moral baru, jangan pernah merasa hebat, diatas langit masih ada langit*). Meskipun sebenarnya sama sekali selama ini
bukan aku merasa hebat, tapi lebih tepatnya ada di comfort zone, ga merasa punya saingan, jadi ya gini-gini juga udah
rangking 1 (olala, tepuk jidat sendiri!!), lalu disini...gubrakkkk....ternyata
puinter puinter tenan konco-koncoku iki, mana ada yang ikut les ini, les itu,
olalala...:(
Singkat kata singkat cerita, akhirnya
bertemulah juga aku dengan teman-teman yang luar biasa disini, bahkan ada yang
melebihi dari sekedar teman biasa. Sahabat sejati. Ya, disini aku menemukan
orang-orang luar biasa, mereka mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, salah
satu yang terbaik itu dialah Diah Pangestu Windari, indah sekali nama itu,
seindah wajahnya dan perilakunya (miss u much, mbak Diah, jadi pingin nangis..).
Ingat juga bikin grup anak-anak Satgas Wiyata Mandala, IFIA B n T, Iwut (mbak
Diah, red), Fita, Indri, Alul (its me: he2 panggilannya Sahrul Gunawan),
Bramanti (my best brother) n Toha. (entah, teman2 ini masih ingat tidak nama
nama ini, miss u all :D).
Disini, jua kutemukan banyak hal-hal yang
kusenangi. Mulailah aku menemukan dunia baruku. “Menulis”!! Sangat bahagia,
ketika kala itu di acara Class Meeting, aku
mendapatkan sertifikat yang ditandatangani oleh Ketua OSISku yang hebat, Nur
Aeni Ariyanti dan Bapak Kepala Sekolah Bapak Hadi Sutomo (yang kini aku
bertentangga dengan beliau :D), sebagai Juara
Menulis Karya Tulis Ilmiah, entah juara berapa aku juga lupa...terima kasih
untuk amanah ini, yang membuatku semakin senang menulis. Meskipun sepertinya
hal ini sudah sering kulakukan dari aku SMP tapi sayangnya tak pernah ada piala
yang mampir. Ya, berawal dari itu...alhasil, Bapak Guru Bahasa Indonesia dengan
style-nya yang khas berkacamata besar berwarna coklat, benar-benar menjadi
pahlawan dalam prestasiku menulis selanjutnya...Alhamdulillah dengan tulisanku,
dapat menorehkan nama baik tingkat provinsi untuk sekolahku tercinta ini
(*semoga dinilai memang karena kualitas tulisanku, bukan karena atribut
sekolahku :(). Menulis iseng di
tabloid Bola juga sering kulakukan, Selamat ulang Tahun Crespo, salah satu
surat pembaca yang akhirnya dimuat di tabloid Bola tahun 1998. Dan
Alhamdulillah juga, akhirnya kini aku dapat membuat buku, meskipun baru buku
yang amat sederhana untuk para mahasiswa di bidang ilmuku saja, dan masih nulis
rame-rame sama teman2, tetap saja alhamdulillah, apalagi sekarang, tidak terasa
sudah empat buku :D Meskipun sekarang,
belum ada semangat untuk nulis lagi :(
Ada banyak cerita lulu-lucu dan aneh-aneh
yang kualami semasa menduduki bangku SMA ini. Mungkin karena usia remaja yang
super duper unik ya. So, other side, dari masalah sekolah, akan saya share-kan
betapa usia remaja sebagai usia rentan???
Ya, 100% saya akui, usia remaja merupakan
usia yang rentan, usia peralihan, sangat mudah terguncang!! Ini cerita singkat
betapa remaja itu unik!!
Its me?? Tidak tahu dari mana asalnya, kenapa
waktu aku tertarik menjadi seorang “Model”?? (*Parah!!!*). Alhasil penawaran
menjadi model iklan kuterima!! Ahay, jangan berpikir model iklan sabun mandi
atau model yang kereeen...Ni model iklan partai politik (mau-maunya, *tepok
jidat sendiri). Ya masih ingatkah tahun 1998 ada iklan Partai berwarna kuning
yang iklannya ada orang lari-lari di puncak Candi Borobudur???ya itu aku!!!!!
(*malu sebenarnya mengakui hihihi). Dapat homor 25 ribu, kalau sekarang mungkin
250 ribu ya, lumayan buanget he2. Ya, kasus remaja labil dimulai, kadang-kadang
lepas jilbab (*astagfirulloh hal ‘adzim, maafkan hambaMu ya Rabb). Mana ada
model pakai jilbab kala itu!! Mulai seneng nyanyi, lomba kesana kemari, mulai
seneng main ke radio (*obsesi jadi penyiar radio, haduuuh ada-ada aja ini
anak). Untung..untung...untung...Bapak Ibu ketat!! Ibu said, “boleh nyanyi, boleh
jadi model, boleh jadi penyiar radio, asal kalo tampil pakai jilbab” (menerima,
tanpa menyangkal dan hanya bilang iya...hihihi masih ada baiknya juga ya ini
anak, memujidiri.com). Bapak said, “boleh kemana-mana, tapi Bapak antar”
(nerima juga dengan nggrundel, lah pingin dibeliin motor dijawab
gitu...daripada diboncengin orang bapak aja yang boncengin (*menerima dengan
terpaksa).(*pesan moral untuk diri
sendiri, peran keluarga, orang tua sangat amat penting wal khusus menghadapi
anak di usia remaja*). Di masa ini juga “gila-gilanya” diriku dengan sahrul
gunawan (oh yeyyyy hihihi), mengoleksi all about alul, datang ke acara asal ada
dia, gabung jadi membernya Sahrul Gunawan Fans Club (SGF), surat-suratan sesama
fans-nya, maklum dulu belum jamannya fanpage gitu hihihi (*ampuuuuun deh ini
anak). Tapi ngefans sama Sahrul Gunawan juga ada dasarnya loh...menurut
penilaianku (kala itu), Sahrul adalah idola remaja yang cukup “sholih” tidak pernah
ada cerita-cerita miring, bukan hanya masalah suaranya bagus aja. Makanya (sekarang)
tetep aja heran kalo ada remaja yang ngefans artis yang (maaf) pernah
memamerkan perilaku yang sangat jauh dari hal-hal yang baik. Okelah seandainya
itu masa lalu, tapi kalau lalu dijadikan trendsetter remaja pie jal???oh
tidakkkk! So... Pastinya diriku akan mencak-mencak kalo pas tak tanya mbak-mbak
mahasiswaku, ngefans siapa?? A******L, huaaaa....tidaaak...Ibu.tidak.suka.!!! boleh kan berpendapat :)
Masa remaja adalah masa yang amazing, karena
aneh, wabil unik dan ada ada aja...(*kayaknya emang teori tentang remaja jg
gitu kan??).
Sekelumit keanehan di masa remajaku yang
bikin ketawa sendiri kalo diingat!but anyway, semuanya manis untuk dikenang kok,
meskipun kadang malu-maluin.
Pada akhir masa SMA, masih bingung dengan mau
dibawa kemana nasib ini??? Hati terdalam, satu cita-cita itu masih melekat
indah dan tidak tergoyah. Tapi ada banyak pertimbangan harus saya pikirkan untuk
melangkah maju...Dan mungkin untuk cerita ini saya pikir tidak perlu saya
tulis. Cukup saya yakini saja, apa yang kita inginkan mungkin saja bukanlah
yang terbaik dan wajib untuk diyakini bahwa Allah SWT Maha Tahu atas langit
bumi dan seisinya, pasti memberikan yang terbaik untuk hambanya....so, the next
chapter sekolah saya nanti, pastilah itu yang terbaik menurut
perhitunganNya....
Notes:
Disekolah
yang saya pilih sendiri ini, ada banyak pesan kehidupan yang saya ambil. Disini
saya belajar hidup yang sesungguh-sungguhnya. Perlu perjuangan yang luar biasa
untuk berprestasi, butuh perjuangan untuk bertahan hidup. Sangat merasa kecil
dilautan anak-anak hebat membuat saya sangat amat sadar, sedikitpun jangan
pernah merasa hebat, diatas langit masih ada langit!!
*Last
but not least, dari sekolah ini, skenario indah milikNya itu berawal, menuju
kesempurnaan hidup, melengkapi separuh sayap tuk mengelilingi langit
kehidupan, menuju kebahagiaan yang tiada
terperi...amiiin, amiin ya robbal ‘alamin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar