Minggu, 16 Maret 2014

Sekolah itu Ibu (Part 2)

Cerita pertama, “ibu” yang memberikanku ijazah SMP juga telah melengkapi bekal tak tertulis apa itu kesederhanaan, kesungguhan dan keceriaan dalam menghadapi babak-babak hidup...terima kasih tak terhingga untuk almamaterku tercinta itu, SMP Muhammadiyah Tanjung :)
Pelajaran berharga lainnya adalah keteguhan Bapak dan Ibu untuk “menyingkirkan” semua pendapat orang, yang kebanyakan mengatakan “eman-eman” menyekolahkanku disana. Keteguhan Bapak dan Ibu memberikanku gambaran bahwa dalam setiap pilihan dalam perlajanan hidup bisa saja akan menimbulkan pro dan kontra. Tergantung niatan apa yang ada di dalam hati, dan Allah SWT maha tahu, maha melihat isi hati. Niatan baik pasti dibayar lunas juga dengan kebaikan-kebaikan dariNya, Insha Allah...

The next story,
Kusampaikan kepada Bapak dan Ibu, aku ingin mencoba melanjutkan ke sekolah yang menurut penilaian buanyak orang adalah sekolah yang sangat baik. Bahkan menurut cerita Om, sekolah tersebut pada tahun 80-an pernah menjadi sekolah dengan nilai terpelit, he he he ga tahu juga buat apa predikat tersebut.

Singkat cerita, akhirnya aku menemukan kelanjutan “ibu” dalam babak baru kehidupanku, menjadi remaja SMA. Disini berjilbab menjadi pilihan, bukan kewajiban yang akhirnya menjadi kebiasaan. (*pesan moral baru, banyak pilihan dalam hidup ini*). Tapi, alhamdulillah aku sudah merasa tidak nyaman tanpa jilbab. Hari berganti hari, “masih” merasa seperti terombang ambing di lautan lepas tanpa tahu arah yang jelas (opo iki maksude), he he...maksudnya menjadi sebatang kara, seorang diri dari sekian ratus anak-anak “hebat” yang berada di sekolah ini aku merasa kecil...sangat kecil...karena bisa dikatakan semua baru disini, kecuali satu atau dua orang teman yang dahulu pernah bersama waktu seleksi SMA TN. Kadang aku menangis sendiri menunggu jam pulang, ketika bulan-bulan pertama aku disana. Untung aku punya hobi korespondensi yang cukup bisa membuatku merasa memiliki banyak teman. Salah satunya dialah Tyas Utami Dibyantari, teman baikku ini adalah dua sejoli denganku saat tes terakhir di SMA TN di Semarang. Ia masih setia dan dengan baiknya mengirimiku surat dan menceritakannya apa saja yang ia lakukan di SMA TN. (entah masih ingatkah ia atau tidak). Terima kasih sobat, kehadiranmu lewat surat-suratmu itu sangat membantu aku dalam kesepianku kala itu!! Ya, cerita terasa lebih sadis lagi di sekolahku ini, ketika pembagian raport catur wulan 1, whatttt? Tertulis disana, rangking 3?????

Merah padam, malu, ini adalah pengalaman pertama tertulis angka sebesar itu menghiasi raportku. Sebelum-belumnya tak pernah ada, hanya satu kali, saat pengumuman EBTANAS SMP, ya seperti cerita yang lalu...namaku bukan diurutan pertama!! Kholid Anwar, temanku yang satu itu, dialah wakil ku saat aku menjadi Ketua OSIS, ya dialah yang telah berhasil dengan telak mengalahkanku...nilainya xx,63 dan diriku....berapa coba...xx,60????hanya selisih 0,03!! Ya itulah kemenangan sejatimu kawan, dan kali ini, disini kuakui dengan sepenuh hati...kau memang telah bisa mengalahkanku!! Sempurna sudah kekalahanku atas dirimu, ya kamu tak hanya mengalahkan nilaiku, juga MENGALAHKAN HATIKU!! Eits...prittttt...pritttt.....case closed!!!(cerita cinta dilarang diungkap disini, ada part lain :D)  

Pesan yang kuterima selanjutnya, di sekolah ini aku tahu apa itu “kompetisi”, bagaimana harus “keep on fight” (opo meneh iki), ya maksude disini membuka mataku selebar-lebarnya, teman-temanku disini, semua anak-anak yang dahsyat, dan aku harus lebih tangguh lagi belajar!! (*pesan moral baru, jangan pernah merasa hebat, diatas langit masih ada langit*).  Meskipun sebenarnya sama sekali selama ini bukan aku merasa hebat, tapi lebih tepatnya ada di comfort zone, ga merasa punya saingan, jadi ya gini-gini juga udah rangking 1 (olala, tepuk jidat sendiri!!), lalu disini...gubrakkkk....ternyata puinter puinter tenan konco-koncoku iki, mana ada yang ikut les ini, les itu, olalala...:(

Singkat kata singkat cerita, akhirnya bertemulah juga aku dengan teman-teman yang luar biasa disini, bahkan ada yang melebihi dari sekedar teman biasa. Sahabat sejati. Ya, disini aku menemukan orang-orang luar biasa, mereka mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, salah satu yang terbaik itu dialah Diah Pangestu Windari, indah sekali nama itu, seindah wajahnya dan perilakunya (miss u much, mbak Diah, jadi pingin nangis..). Ingat juga bikin grup anak-anak Satgas Wiyata Mandala, IFIA B n T, Iwut (mbak Diah, red), Fita, Indri, Alul (its me: he2 panggilannya Sahrul Gunawan), Bramanti (my best brother) n Toha. (entah, teman2 ini masih ingat tidak nama nama ini, miss u all :D).

Disini, jua kutemukan banyak hal-hal yang kusenangi. Mulailah aku menemukan dunia baruku. “Menulis”!! Sangat bahagia, ketika kala itu di acara Class Meeting, aku mendapatkan sertifikat yang ditandatangani oleh Ketua OSISku yang hebat, Nur Aeni Ariyanti dan Bapak Kepala Sekolah Bapak Hadi Sutomo (yang kini aku bertentangga dengan beliau :D), sebagai Juara Menulis Karya Tulis Ilmiah, entah juara berapa aku juga lupa...terima kasih untuk amanah ini, yang membuatku semakin senang menulis. Meskipun sepertinya hal ini sudah sering kulakukan dari aku SMP tapi sayangnya tak pernah ada piala yang mampir. Ya, berawal dari itu...alhasil, Bapak Guru Bahasa Indonesia dengan style-nya yang khas berkacamata besar berwarna coklat, benar-benar menjadi pahlawan dalam prestasiku menulis selanjutnya...Alhamdulillah dengan tulisanku, dapat menorehkan nama baik tingkat provinsi untuk sekolahku tercinta ini (*semoga dinilai memang karena kualitas tulisanku, bukan karena atribut sekolahku :(). Menulis iseng di tabloid Bola juga sering kulakukan, Selamat ulang Tahun Crespo, salah satu surat pembaca yang akhirnya dimuat di tabloid Bola tahun 1998. Dan Alhamdulillah juga, akhirnya kini aku dapat membuat buku, meskipun baru buku yang amat sederhana untuk para mahasiswa di bidang ilmuku saja, dan masih nulis rame-rame sama teman2, tetap saja alhamdulillah, apalagi sekarang, tidak terasa sudah empat buku :D Meskipun sekarang, belum ada semangat untuk nulis lagi :(

Ada banyak cerita lulu-lucu dan aneh-aneh yang kualami semasa menduduki bangku SMA ini. Mungkin karena usia remaja yang super duper unik ya. So, other side, dari masalah sekolah, akan saya share-kan betapa usia remaja sebagai usia rentan???
Ya, 100% saya akui, usia remaja merupakan usia yang rentan, usia peralihan, sangat mudah terguncang!! Ini cerita singkat betapa remaja itu unik!!
Its me?? Tidak tahu dari mana asalnya, kenapa waktu aku tertarik menjadi seorang “Model”?? (*Parah!!!*). Alhasil penawaran menjadi model iklan kuterima!! Ahay, jangan berpikir model iklan sabun mandi atau model yang kereeen...Ni model iklan partai politik (mau-maunya, *tepok jidat sendiri). Ya masih ingatkah tahun 1998 ada iklan Partai berwarna kuning yang iklannya ada orang lari-lari di puncak Candi Borobudur???ya itu aku!!!!! (*malu sebenarnya mengakui hihihi). Dapat homor 25 ribu, kalau sekarang mungkin 250 ribu ya, lumayan buanget he2. Ya, kasus remaja labil dimulai, kadang-kadang lepas jilbab (*astagfirulloh hal ‘adzim, maafkan hambaMu ya Rabb). Mana ada model pakai jilbab kala itu!! Mulai seneng nyanyi, lomba kesana kemari, mulai seneng main ke radio (*obsesi jadi penyiar radio, haduuuh ada-ada aja ini anak). Untung..untung...untung...Bapak Ibu ketat!! Ibu said, “boleh nyanyi, boleh jadi model, boleh jadi penyiar radio, asal kalo tampil pakai jilbab” (menerima, tanpa menyangkal dan hanya bilang iya...hihihi masih ada baiknya juga ya ini anak, memujidiri.com). Bapak said, “boleh kemana-mana, tapi Bapak antar” (nerima juga dengan nggrundel, lah pingin dibeliin motor dijawab gitu...daripada diboncengin orang bapak aja yang boncengin (*menerima dengan terpaksa).(*pesan moral untuk diri sendiri, peran keluarga, orang tua sangat amat penting wal khusus menghadapi anak di usia remaja*). Di masa ini juga “gila-gilanya” diriku dengan sahrul gunawan (oh yeyyyy hihihi), mengoleksi all about alul, datang ke acara asal ada dia, gabung jadi membernya Sahrul Gunawan Fans Club (SGF), surat-suratan sesama fans-nya, maklum dulu belum jamannya fanpage gitu hihihi (*ampuuuuun deh ini anak). Tapi ngefans sama Sahrul Gunawan juga ada dasarnya loh...menurut penilaianku (kala itu), Sahrul adalah idola remaja yang cukup “sholih” tidak pernah ada cerita-cerita miring, bukan hanya masalah suaranya bagus aja. Makanya (sekarang) tetep aja heran kalo ada remaja yang ngefans artis yang (maaf) pernah memamerkan perilaku yang sangat jauh dari hal-hal yang baik. Okelah seandainya itu masa lalu, tapi kalau lalu dijadikan trendsetter remaja pie jal???oh tidakkkk! So... Pastinya diriku akan mencak-mencak kalo pas tak tanya mbak-mbak mahasiswaku, ngefans siapa?? A******L, huaaaa....tidaaak...Ibu.tidak.suka.!!! boleh kan berpendapat :)
Masa remaja adalah masa yang amazing, karena aneh, wabil unik dan ada ada aja...(*kayaknya emang teori tentang remaja jg gitu kan??).
Sekelumit keanehan di masa remajaku yang bikin ketawa sendiri kalo diingat!but anyway, semuanya manis untuk dikenang kok, meskipun kadang malu-maluin.

Pada akhir masa SMA, masih bingung dengan mau dibawa kemana nasib ini??? Hati terdalam, satu cita-cita itu masih melekat indah dan tidak tergoyah. Tapi ada banyak pertimbangan harus saya pikirkan untuk melangkah maju...Dan mungkin untuk cerita ini saya pikir tidak perlu saya tulis. Cukup saya yakini saja, apa yang kita inginkan mungkin saja bukanlah yang terbaik dan wajib untuk diyakini bahwa Allah SWT Maha Tahu atas langit bumi dan seisinya, pasti memberikan yang terbaik untuk hambanya....so, the next chapter sekolah saya nanti, pastilah itu yang terbaik menurut perhitunganNya....

Notes:
Disekolah yang saya pilih sendiri ini, ada banyak pesan kehidupan yang saya ambil. Disini saya belajar hidup yang sesungguh-sungguhnya. Perlu perjuangan yang luar biasa untuk berprestasi, butuh perjuangan untuk bertahan hidup. Sangat merasa kecil dilautan anak-anak hebat membuat saya sangat amat sadar, sedikitpun jangan pernah merasa hebat, diatas langit masih ada langit!!
*Last but not least, dari sekolah ini, skenario indah milikNya itu berawal, menuju kesempurnaan hidup, melengkapi separuh sayap tuk mengelilingi langit kehidupan,  menuju kebahagiaan yang tiada terperi...amiiin, amiin ya robbal ‘alamin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar